Hibata.id, Pohuwato – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Masyarakat Peduli Daerah (Amperah) di area PT Bayan Tumbuh Lestari (BTL) dan PT Inti Global Laksana (IGL), Rabu (13/05/2026), berakhir ricuh.
Hal itu setelah massa memaksa masuk ke area perusahaan dan terjadi insiden pengrusakan pada pos pengamanan pihak perusahaan.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada perusahaan. Mulai dari pembayaran plasma tahun 2026, pembangunan kebun plasma bagi masyarakat desa binaan seluas 20 persen dari hak guna usaha (HGU).
Selain itu pembukaan akses jalan lintas untuk menunjang aktivitas ekonomi warga, hingga percepatan sertifikasi lahan serta kompensasi atas tanaman warga yang terdampak.
Situasi memanas ketika demonstrasi tidak lagi berlangsung kondusif.
Aparat kepolisian yang berada di lokasi kemudian melakukan pengamanan terhadap empat peserta aksi untuk kepentingan pemeriksaan.
Dari empat orang yang diamankan, satu di antaranya merupakan mantan anggota DPRD Pohuwato, yakni Wawan Hatama.
Tiga peserta lainnya masing-masing Fadhli Abd. Kholil Salam, Chris Almens Manikoe, dan Salman Umaili.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Pohuwato, Bripka Dersi Akim, membenarkan pengamanan tersebut.
Menurut dia, keempat orang itu telah dimintai keterangan dan tidak dilakukan penahanan.
“Benar, ada beberapa orang yang diamankan untuk dimintai klarifikasi. Mereka sudah dipulangkan dan tidak ditahan. Namun, proses penyelidikan terkait dugaan perusakan tetap berjalan,” kata Dersi.
Ia menjelaskan penyidik masih mendalami keterlibatan pihak lain yang diduga terlibat dalam insiden kerusakan fasilitas pengamanan perusahaan.
“Beberapa pihak lain yang sudah teridentifikasi akan dipanggil untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.
Dersi menegaskan kepolisian tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, selama dilakukan secara tertib dan tidak melanggar hukum.
“Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Polisi siap mengawal, melindungi, dan melayani selama aksi berlangsung tertib,” katanya.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena melibatkan tokoh yang pernah duduk di legislatif daerah.
Hingga kini, Polres Pohuwato masih melanjutkan penyelidikan terkait dugaan kerusakan yang terjadi saat demonstrasi berlangsung.














