Hibata.id, Gorontalo – Cuaca ekstrem masih melanda sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo dalam beberapa hari terakhir dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang, kilat, dan petir.
Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama ketika bepergian menggunakan kendaraan.
Pada Jumat (16/5/2-26), banjir dilaporkan merendam sejumlah titik di Gorontalo, termasuk ruas jalan yang biasa dilalui masyarakat. Sejumlah rumah warga juga dilaporkan kemasukan air dan lumpur akibat tingginya curah hujan.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Meski demikian, kondisi itu menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pengendara, agar lebih berhati-hati saat melintasi jalan yang tergenang air.
Selain ancaman banjir, cuaca buruk juga meningkatkan risiko pohon tumbang, jalan licin, hingga gangguan pada kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan pengendara untuk mengurangi risiko saat melintasi jalan banjir:
1. Pantau informasi cuaca sebelum bepergian
Pengendara perlu memeriksa prakiraan cuaca sebelum memulai perjalanan. Informasi tersebut membantu masyarakat menyesuaikan waktu keberangkatan atau memilih rute alternatif yang lebih aman.
2. Hindari jalur rawan banjir
Jika memungkinkan, hindari ruas jalan yang selama ini dikenal sebagai kawasan langganan banjir. Langkah ini dapat mengurangi risiko kendaraan mogok atau terjebak genangan.
3. Jangan menerobos genangan yang tidak diketahui kedalamannya
Pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri melintas jika tidak mengetahui kedalaman air. Genangan yang tampak dangkal bisa saja menutupi lubang jalan atau arus yang cukup kuat.
4. Jaga jarak aman dengan kendaraan lain
Saat kondisi jalan licin dan jarak pandang terbatas, menjaga jarak aman sangat penting untuk menghindari tabrakan atau pengereman mendadak.
5. Cari tempat aman jika air terus naik
Apabila debit air terus meningkat, pengendara disarankan segera berhenti di lokasi yang aman dan menunggu hingga kondisi membaik. Memaksakan perjalanan dapat meningkatkan risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
6. Periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat
Pastikan komponen penting kendaraan dalam kondisi baik, seperti rem, lampu, ban, aki, dan mesin. Pemeriksaan sederhana ini membantu menjaga keamanan selama perjalanan.
7. Utamakan keselamatan
Pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca memburuk. Menunda perjalanan sering kali menjadi pilihan yang lebih aman dibanding menghadapi risiko di jalan.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berlangsung, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.













