Hibata.id, Gorontalo – Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai penutupan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Gorontalo. Di balik ajang tersebut, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi melihat sesuatu yang lebih besar dari sekadar perlombaan mencari juara.
Baginya, keberanian anak-anak berdiri di depan banyak orang, menyampaikan cerita dengan percaya diri, menjadi gambaran lahirnya generasi yang siap menghadapi masa depan.
Saat menutup kegiatan tersebut pada Kamis, Sofyan menegaskan bahwa lomba bertutur bukan hanya panggung kompetisi, melainkan ruang belajar yang membentuk karakter anak sejak dini.
“Ini sangat luar biasa. Kepada seluruh peserta, kalian adalah anak-anak hebat. Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas keikutsertaan kalian dalam lomba bertutur ini,” kata Sofyan.
Menurut dia, kemampuan berbicara di depan umum bukan keterampilan yang datang begitu saja, melainkan kemampuan yang harus terus dilatih sejak usia sekolah dasar.
Ia menilai, anak yang terbiasa berkomunikasi dengan baik akan memiliki bekal kuat untuk menghadapi tantangan di masa mendatang, baik dalam pendidikan maupun kehidupan sosial.
Karena itu, Sofyan memberi semangat kepada seluruh peserta, termasuk mereka yang belum berhasil meraih gelar juara.
“Kepada para juara saya ucapkan selamat. Teruslah mengembangkan kemampuan kalian. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Tetap berlatih dan terus tingkatkan kemampuan,” ujarnya.
Menurut Sofyan, nilai terpenting dari kegiatan tersebut bukan terletak pada piala atau gelar juara, melainkan pada proses membangun rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan sikap santun dalam menyampaikan gagasan.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus digelar untuk memperkuat budaya literasi di Kabupaten Gorontalo, sekaligus melahirkan generasi muda yang kreatif, berani tampil, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sebab, dari sebuah cerita yang dituturkan anak-anak hari ini, bisa saja lahir pemimpin besar di masa depan.













