Kabar

Distribusi Pupuk di Pohuwato Mandek, Petani Jagung Gagal Tanam

×

Distribusi Pupuk di Pohuwato Mandek, Petani Jagung Gagal Tanam

Sebarkan artikel ini
Keterlambatan distribusi pupuk sejak Ramadan membuat sekitar seribu petani di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato/Hibata.id
Keterlambatan distribusi pupuk sejak Ramadan membuat sekitar seribu petani di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato/Hibata.id

Hibata.id, Pohuwato – Harapan petani di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, untuk segera memulai musim tanam masih tertahan.

Hingga memasuki pertengahan tahun, pupuk yang mereka nantikan sejak bulan Ramadan belum juga tiba di tangan petani.

Kondisi tersebut membuat para petani berada dalam situasi yang tidak mudah.

Di tengah persiapan mengolah lahan, mereka justru harus menunggu kepastian distribusi pupuk yang menjadi salah satu kebutuhan utama dalam aktivitas pertanian.

Camat Taluditi, Irfan Lal, meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Menurutnya, keterlambatan distribusi pupuk kini mulai mengancam keberlangsungan musim tanam di wilayahnya.

Baca Juga:  Profil Djamari Chaniago, Eks Pangkostrad hingga Kepala Staf Umum TNI

“Sudah sejak bulan Ramadan petani menunggu penyaluran pupuk, tetapi sampai sekarang belum ada. Jika kondisi ini terus berlanjut, sekitar seribu petani terancam tidak bisa menanam,” ujar Irfan Lal.

Ia menuturkan, sektor pertanian masih menjadi tumpuan utama ekonomi masyarakat Taluditi.

Karena itu, ketersediaan pupuk bukan sekadar kebutuhan produksi, tetapi juga berkaitan langsung dengan pendapatan dan keberlangsungan hidup banyak keluarga petani.

Di lapangan, berbagai alasan terkait keterlambatan distribusi pupuk terus muncul.

Salah satu yang sering disampaikan adalah kendaraan pengangkut yang kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga:  PETI Menggila di Jalan Trans Balayo: Hukum Lumpuh, Kapolsek Patilanggio Ikut Main?

Namun, menurut Irfan, persoalan tersebut tidak bisa terus menjadi alasan yang berulang setiap kali distribusi pupuk mengalami hambatan.

“Mobil pengangkut tidak dapat BBM, ini kan alasan klasik. Yang dibutuhkan petani sekarang bukan alasan, tetapi solusi agar pupuk segera tersedia dan bisa didistribusikan,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah provinsi bersama instansi terkait dapat segera mencari jalan keluar agar pupuk dapat tersalurkan tepat waktu.

Sebab, setiap hari keterlambatan berpotensi membuat jadwal tanam semakin mundur.

Jika kondisi ini tidak segera diatasi, dampaknya bukan hanya dirasakan pada hasil pertanian, tetapi juga dapat memengaruhi perputaran ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Baca Juga:  Kata Mutiara Sumpah Pemuda 2025: Inspirasi dan Semangat Persatuan

“Kami berharap ada perhatian serius dan langkah cepat dari pemerintah. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam hanya karena persoalan distribusi pupuk yang tak kunjung terselesaikan,” pungkasnya.

Bagi petani Taluditi, pupuk bukan sekadar komoditas yang ditunggu.

Lebih dari itu, pupuk menjadi penentu apakah musim tanam tahun ini dapat berjalan sesuai harapan atau justru harus tertunda akibat persoalan distribusi yang belum menemukan titik terang.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel