Kabar

Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Gorontalo Tembus Rp150 Ribu per Kilogram

×

Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Gorontalo Tembus Rp150 Ribu per Kilogram

Sebarkan artikel ini
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Gorontalo menembus Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. (Foto: Hibata.id)
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Gorontalo menembus Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. (Foto: Hibata.id)

Hibata.id, Gorontalo – Pecinta makanan pedas di Gorontalo tampaknya harus mulai berdamai dengan kenyataan.

Harga cabai rawit atau rica kini menembus Rp150 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional.

Kenaikan harga ini membuat banyak pembeli hanya bisa menatap tumpukan rica dari kejauhan sebelum akhirnya menghitung ulang isi dompet.

Beberapa pekan lalu, harga cabai masih berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Dampaknya langsung terasa di pasar. Uang belanja yang biasanya cukup untuk membawa pulang segenggam rica kini hanya menghasilkan beberapa biji tambahan bonus rasa sedih.

Baca Juga:  Ketahuan Bawa Sampel Tanah Tambang, 4 WN China Langsung Dideportasi dari Gorontalo

“Biasanya Rp30 ribu masih dapat cukup banyak untuk kebutuhan beberapa hari. Sekarang Rp30 ribu cuma dapat sedikit,” kata Rinda, ibu rumah tangga di Kota Gorontalo.

Bagi masyarakat Gorontalo yang dikenal akrab dengan makanan pedas, kondisi ini cukup membuat pusing.

Pasalnya, rica bukan sekadar pelengkap masakan, tetapi sudah seperti sahabat setia di meja makan.

Tidak hanya ibu rumah tangga yang mengeluh. Pelaku usaha kuliner juga mulai menghitung ulang biaya produksi.

Mereka khawatir harga menu ikut terdorong naik jika harga rica bertahan di level sekarang.

Baca Juga:  Harga Beras di Pasar Tradisional Marisa Melonjak, Pedagang Impor dari Luar Pohuwato

Sejumlah pedagang mengatakan kenaikan harga terjadi karena pasokan dari petani berkurang.

Cuaca yang tidak menentu membuat hasil panen di beberapa sentra produksi menurun sehingga stok yang masuk ke pasar tidak sebanyak biasanya.

Meski harga sedang tinggi, tidak semua petani langsung tersenyum lebar.

Sebagian mengaku hasil panen saat ini juga berkurang sehingga keuntungan yang diperoleh belum tentu lebih besar dibanding musim sebelumnya.

Di tingkat pengecer, harga rica menjadi lebih tinggi karena adanya biaya distribusi dan biaya operasional lainnya sebelum sampai ke tangan konsumen.

Baca Juga:  Kapolda Gorontalo Pimpin Upacara Pembukaan Pendidikan Bintara Polri

Sementara itu, masyarakat berharap harga cabai rawit segera kembali normal.

Sebab jika harga terus naik, bukan tidak mungkin rica akan naik kelas dari bumbu dapur menjadi barang yang dipandangi dulu sebelum dibeli.

Untuk saat ini, warga hanya bisa berharap pasokan kembali lancar agar sambal favorit tetap bisa hadir di meja makan tanpa membuat kantong ikut terasa pedas.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel