Hibata.id, Buton Tengah – Bunda PAUD Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Umi Noranah Azhari, mengajak para orang tua untuk lebih aktif membangun budaya membaca sejak usia dini sekaligus membatasi penggunaan gadget pada anak selama masa pertumbuhan.
Pesan itu disampaikan Umi Noranah saat menghadiri pelepasan Tahun Pelajaran 2025-2026 TK Negeri Pembina Mawasangka dan meninjau Pojok Literasi Desa Napa, Kecamatan Mawasangka, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak kecil akan menjadi modal penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kecerdasan, serta mengembangkan kreativitas anak di masa depan.
“Anak-anak akan lebih tertarik membaca jika tempat bacanya dibuat menarik dan menyenangkan. Karena itu, kehadiran pojok literasi sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini,” kata Umi Noranah.
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Anggota DPRD Buton Tengah Fraksi PDI Perjuangan Sarina Afa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buton Tengah La Ode Amaluddin, serta Kepala Dinas Sosial Buton Tengah Nurlia Husuni.
Literasi Jadi Fondasi Generasi Masa Depan
Umi Noranah menilai pendidikan anak usia dini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar mengenal huruf dan angka, tetapi juga menjadi fase penting untuk menemukan bakat, karakter, dan potensi setiap anak.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memastikan seluruh anak yang telah menyelesaikan pendidikan PAUD dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Pada tahun ajaran 2025-2026, sebanyak 51 siswa TK Negeri Pembina Mawasangka mengikuti prosesi pelepasan sebelum melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar.
“Pendidikan itu wajib 13 tahun, termasuk pendidikan pra-sekolah atau PAUD. Kita berharap anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan di PAUD dapat melanjutkan ke sekolah dasar dan terus mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ujarnya.
Orang Tua Diminta Lebih Bijak Mengawasi Gadget
Selain mendorong budaya membaca, Umi Noranah juga menyoroti penggunaan telepon genggam yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.
Ia mengingatkan para orang tua, terutama ibu, agar tidak membiarkan anak menggunakan gadget secara berlebihan tanpa pendampingan.
Menurutnya, terlalu banyak waktu di depan layar dapat mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi, bermain, belajar, dan mengembangkan kreativitasnya secara alami.
“Orang tua, khususnya para ibu, harus lebih memperhatikan perkembangan anak. Ibu adalah madrasah pertama dalam keluarga yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak,” katanya.
Ia menegaskan bahwa masa emas pertumbuhan anak harus dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman belajar melalui interaksi langsung, permainan edukatif, dan kegiatan membaca.
“Jangan terlalu dini mengenalkan anak-anak pada penggunaan handphone tanpa pengawasan. Pada masa emas pertumbuhan, anak membutuhkan interaksi langsung, bermain, belajar, dan membaca agar perkembangan otaknya berlangsung secara optimal,” tegasnya.
Pojok Literasi Desa Napa Dapat Apresiasi
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buton Tengah, La Ode Amaluddin, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Napa dan masyarakat yang telah menghadirkan Pojok Literasi sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat sekaligus memperluas akses anak-anak terhadap sumber bacaan.
“Untuk menciptakan generasi emas Buton Tengah, kita tidak cukup hanya mengetahui berapa banyak anak yang bersekolah. Yang lebih penting adalah bagaimana kita melahirkan generasi yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, dan terus belajar,” kata Amaluddin.
Ia memastikan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan fasilitas literasi, termasuk penyediaan buku bacaan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Amaluddin juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mendorong pengembangan perpustakaan dan ruang baca berbasis masyarakat sebagai investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Buton Tengah.
“Keberadaan pojok literasi seperti ini perlu terus didorong dan diperkuat karena menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Buton Tengah di masa mendatang,” ujarnya.













