Kabar

Peserta PENAS XVII dari NTT Terkesan dengan Potensi Pertanian Gorontalo

×

Peserta PENAS XVII dari NTT Terkesan dengan Potensi Pertanian Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Provinsi NTT, Jose Freitas jadi Peserta PENAS XVII/Hibata.id
Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Provinsi NTT, Jose Freitas jadi Peserta PENAS XVII/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo mendapat apresiasi dari peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satunya disampaikan kontingen asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Scroll untuk baca berita

Mereka mengaku terkesan dengan penyelenggaraan kegiatan, keramahan masyarakat, hingga potensi pertanian yang dimiliki Provinsi Gorontalo.

Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Provinsi NTT, Jose Freitas, mengatakan keikutsertaannya dalam PENAS XVII Gorontalo menjadi pengalaman berharga.

Sebab, di Gorontalo dirinya bisa melihat langsung kesiapan Gorontalo sebagai tuan rumah agenda nasional sektor pertanian dan perikanan.

Meski jumlah peserta dari NTT pada PENAS XVII tidak sebanyak penyelenggaraan sebelumnya akibat efisiensi anggaran dan keterbatasan transportasi, menurut Jose semangat petani, nelayan, dan penyuluh untuk mengikuti kegiatan tersebut tetap tinggi.

Baca Juga:  Dinilai Cemarkan Nama Baik, Daeng Rudy yang Terduga Pelaku Usaha PETI Bulangita Dipolisikan

“PENAS menjadi wadah penting untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, serta membangun kolaborasi antara petani, nelayan, dan penyuluh dari seluruh Indonesia,” kata Jose.

Ia mengaku baru pertama kali mengunjungi Gorontalo dan langsung merasakan sambutan hangat dari masyarakat setempat.

“Ini pertama kali saya datang ke Gorontalo dan saya sangat terkesan dengan keramahan masyarakat di sini,” ujarnya.

Selain keramahan warga, Jose juga mengapresiasi potensi pertanian Gorontalo yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional.

Menurut dia, citra Gorontalo sebagai daerah agraris terlihat jelas sejak perjalanan dari bandara menuju lokasi kegiatan PENAS XVII.

Baca Juga:  Tender Puskesmas Mananggu Boalemo 2023 Diduga Diatur, Rincian HPS Bocor

“Sepanjang perjalanan saya melihat hamparan tanaman jagung yang luas. Apa yang selama ini saya dengar tentang Gorontalo sebagai Provinsi Jagung ternyata benar-benar terlihat secara nyata,” katanya.

Di sela-sela kegiatan, Jose juga mengunjungi destinasi wisata hiu paus di Botubarani yang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Gorontalo.

Ia menilai daerah tersebut memiliki kombinasi potensi pertanian, kelautan, dan pariwisata yang dapat menarik minat wisatawan maupun investor.

Selain menikmati suasana daerah, Jose mengaku ingin mencoba lebih banyak kuliner khas Gorontalo dan membawa berbagai produk lokal sebagai oleh-oleh sebelum kembali ke NTT.

Baca Juga:  Dewan Pers Dukung Pembentukan Gugus Tugas Dana Abadi Jurnalisme

Bagi Jose, PENAS XVII tidak hanya menjadi forum nasional bagi petani dan nelayan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan Gorontalo kepada ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, Gorontalo dinilai berhasil menunjukkan identitasnya sebagai daerah yang ramah, memiliki sektor pertanian yang kuat, serta mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional dengan baik.

PENAS XVII juga menjadi peluang bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperkuat citra daerah sekaligus mempromosikan potensi pertanian, perikanan, pariwisata, dan produk unggulan lokal kepada peserta yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel