Kabar

Ekspor Gorontalo Anjlok Hampir 50 Persen, BPS Catat Nilainya US$4,36 Juta

×

Ekspor Gorontalo Anjlok Hampir 50 Persen, BPS Catat Nilainya US$4,36 Juta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pelabuhan Gorontalo - Nilai ekspor Provinsi Gorontalo/Hibata.id
Ilustrasi Pelabuhan Gorontalo - Nilai ekspor Provinsi Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat nilai ekspor daerah pada Mei 2026 sebesar US$4,36 juta.

Angka ini turun sekitar 49,83 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai US$8,68 juta. Penurunan ini terutama dipengaruhi melemahnya ekspor komoditas kayu beserta produk turunannya.

Scroll untuk baca berita

Berdasarkan data Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Gorontalo yang dirilis pada 1 Juli 2026, penurunan juga terjadi secara kumulatif.

Nilai ekspor selama Januari–Mei 2026 tercatat US$32,01 juta, turun 12,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$36,61 juta.

Jepang masih menjadi tujuan utama ekspor Gorontalo pada Mei 2026 dengan nilai US$1,47 juta atau sekitar 54,43 persen dari total ekspor.

Baca Juga:  Gaji Rp7 Juta, Kemenkop Buka Rekrutmen PMO dan BA Koperasi Desa Merah Putih

Selanjutnya, Jerman mencatat nilai ekspor sekitar US$1 juta, disusul India sebesar US$720 ribu.

Sementara itu, nilai ekspor menuju Tiongkok mengalami penurunan paling tajam, yakni lebih dari 93 persen dibandingkan April 2026.

Dari sisi komoditas, kelompok kayu dan barang dari kayu (HS 44) masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Gorontalo dengan nilai US$1,41 juta atau sekitar 56,21 persen dari total ekspor.

Namun, nilai ekspor komoditas tersebut merosot 76,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Komoditas terbesar berikutnya berasal dari kelompok buah serta biji atau kacang yang dapat dimakan dengan nilai US$2,15 juta dan memberikan kontribusi sekitar 38,18 persen terhadap total ekspor.

Baca Juga:  Sembilan Tahun Menanti Air Bersih: Warga Telaga Induk Popayato Menjerit, Tak Ada yang Peduli

Adapun ekspor ampas dan sisa industri kopra mencapai US$720 ribu, seluruhnya dikirim ke India.

BPS juga mencatat sebagian komoditas asal Gorontalo masih diekspor melalui pelabuhan dan bandar udara di luar provinsi. Produk buah dan biji olahan dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju sejumlah negara di Eropa.

Sementara komoditas perikanan diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai dengan tujuan Jepang, Singapura, serta Thailand.

Baca Juga:  Fakultas Teknik Universitas Pohuwato Disegel, Mahasiswa Geram

Di sisi impor, BPS mencatat nilai impor Gorontalo pada Mei 2026 sebesar US$4,61 juta. Seluruh barang impor berasal dari Tiongkok dan didominasi kelompok kendaraan serta bagiannya senilai US$4,09 juta, diikuti mesin dan peralatan mekanik sebesar US$515 ribu.

Kondisi tersebut menyebabkan neraca perdagangan Gorontalo pada Mei 2026 mengalami defisit sebesar US$249,23 ribu.

Meski demikian, secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, Gorontalo masih membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$26,72 juta, yang ditopang tingginya nilai ekspor pada bulan-bulan sebelumnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel