Kabar

Proyek Sekolah Rakyat di Gorontalo Molor, 270 Siswa Menunggu

×

Proyek Sekolah Rakyat di Gorontalo Molor, 270 Siswa Menunggu

Sebarkan artikel ini
Modal Lahan 5 Hektare, Bupati Sofyan Puhi Lobi Sekolah Rakyat ke Kemensos/Hibata.id
Modal Lahan 5 Hektare, Bupati Sofyan Puhi Lobi Sekolah Rakyat ke Kemensos/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Boalemo belum dapat memulai kegiatan belajar mengajar bersamaan dengan awal tahun ajaran baru 2026/2027.

Sebanyak 270 calon siswa yang telah lolos seleksi terpaksa menunggu akibat pembangunan fasilitas sekolah yang belum rampung.

Saat sekolah-sekolah lain serentak memulai aktivitas belajar pada pertengahan Juli, infrastruktur Sekolah Rakyat di Boalemo justru masih dalam tahap penyelesaian akhir.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Catatan Sipil (Dinsos-Dukcapil) Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, membenarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Boalemo telah mengajukan penyesuaian jadwal pelaksanaan kepada Kementerian Sosial.

“Rencananya siswa masuk ke asrama pada 31 Juli untuk pencanangan, sedangkan kegiatan belajar mengajar dimulai 31 Agustus,” ujar Reflin saat diwawancarai, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga:  Ini Tanggapan Ketua DPRD Pohuwato soal Dugaan ASN Terlibat PETI! 

Penundaan ini terjadi di tengah rampungnya seluruh proses penerimaan peserta didik.

Panitia seleksi telah menetapkan 270 siswa sebagai angkatan pertama, yang terbagi atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Kondisi tersebut menandakan adanya ketidaksinkronan antara lini masa penerimaan siswa dengan kesiapan sarana fisik pendidikan.

Reflin menjelaskan bahwa pekerja di lapangan masih terus mengejar penyelesaian pembangunan fisik gedung. Selain pengerjaan bangunan, sejumlah perlengkapan krusial untuk asrama siswa masih dalam proses pengiriman logistik.

“Kita masih menunggu penyelesaian pembangunan dan perlengkapan asrama seperti tempat tidur siswa. Setelah semuanya siap, baru siswa akan masuk,” kata Reflin menambahkan.

Baca Juga:  Tukar Uang Baru Lebaran Kini Bisa Online, Begini Cara Akses PINTAR BI

Situasi penundaan ini memicu perhatian publik karena Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang dirancang khusus untuk memperluas akses pendidikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Kabupaten Boalemo sendiri menjadi daerah pertama di Provinsi Gorontalo yang berhasil menyediakan lahan seluas 10 hektare demi memenuhi syarat pembangunan sekolah tersebut.
Investasi Jumbo Kolaborasi Dua Kementerian

Proyek bernilai investasi sekitar Rp227 miliar ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kendati memiliki nilai proyek yang besar, fasilitas tersebut belum bisa difungsikan tepat waktu pada awal tahun ajaran baru.

Baca Juga:  Estafet dari Gorontalo, Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah PENAS XVIII

Pemerintah daerah menyatakan tetap optimistis seluruh sisa pekerjaan dapat selesai tepat waktu agar target proses belajar mengajar pada akhir Agustus tidak bergeser kembali.

Setelah pembangunan sarana baru tuntas, pemerintah juga akan memindahkan 53 siswa yang saat ini menempuh pembelajaran di sekolah rintisan ke fasilitas permanen ini.

Keterlambatan operasional Sekolah Rakyat Boalemo ini menjadi catatan penting dalam tata kelola proyek strategis bidang pendidikan.

Manajemen proyek di daerah dituntut mampu menghadirkan layanan pendidikan yang sinkron dengan kebutuhan kalender akademik nasional peserta didik.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel