Hibata.id – Pembangunan Kantor Wali Kota Gorontalo mulai memasuki tahapan penting. Pemerintah Kota Gorontalo kini memusatkan perhatian pada proses pembebasan lahan yang mencakup 18 bangunan sebagai bagian dari persiapan pembangunan gedung pemerintahan baru tersebut.
Perkembangan itu disampaikan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, seusai memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Adhan, pembangunan kantor wali kota tidak lagi berada pada tahap wacana. Sejumlah proses awal di lapangan telah mulai berjalan, termasuk penyiapan lahan yang menjadi fondasi utama sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
“Prosesnya sudah mulai jalan, kita berharap paling lambat 2029 sudah selesai,” ujar Adhan.
Pembangunan kantor baru menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Kota Gorontalo. Gedung tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan yang lebih representatif, tetapi juga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Dalam rapat Forkopimda, Adhan meminta dukungan seluruh pihak agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Ia menilai koordinasi lintas instansi menjadi kunci, terutama dalam menyelesaikan proses pembebasan lahan sebelum memasuki tahap pembangunan fisik.
Saat ini, pembebasan lahan terhadap 18 bangunan menjadi pekerjaan utama pemerintah daerah. Setelah tahapan tersebut rampung, pembangunan akan memasuki proses lanjutan sesuai perencanaan teknis yang telah disiapkan.
Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan kantor wali kota baru dapat selesai paling lambat pada 2029. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat infrastruktur pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Kota Gorontalo.












