Kabar

Wow, Ini Penyebab Kamar Hotel di Gorontalo lagi Laris Manis

×

Wow, Ini Penyebab Kamar Hotel di Gorontalo lagi Laris Manis

Sebarkan artikel ini
FOX Hotel Gorontalo Dukung Musda II SMSI 2026, Perkuat Media Digital dan Kolaborasi Daerah/Hibata.id
FOX Hotel Gorontalo Dukung Musda II SMSI 2026, Perkuat Media Digital dan Kolaborasi Daerah/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Ada yang berbeda di industri perhotelan Gorontalo pada Juni 2026. Setelah sempat lesu sebulan sebelumnya, kamar-kamar hotel kini kembali dipenuhi tamu.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang melonjak menjadi 60,68 persen, atau naik 28,24 poin dibandingkan Mei 2026 yang hanya 32,44 persen.

Angka ini bahkan melampaui rata-rata nasional yang berada di level 54,28 persen.

Lonjakan tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi sepanjang semester pertama 2026 dan memperlihatkan bahwa aktivitas pariwisata serta mobilitas masyarakat di Gorontalo sedang bergerak naik.

Rilis Resmi Statistik (BRS), BPS Provinsi Gorontalo menjelaskan peningkatan okupansi hotel mencerminkan tumbuhnya aktivitas sektor jasa akomodasi yang ikut menggerakkan roda perekonomian daerah.

Baca Juga:  Usai Hadiri PENAS XVII, Sherly Tjoanda Terpaksa Dibawa Pakai Ambulans

Ketika kamar hotel terisi, dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha perhotelan, tetapi juga merambat ke berbagai sektor pendukung.

Tren positif itu tidak hanya terjadi di hotel berbintang. Hotel nonbintang dan akomodasi lainnya juga menikmati peningkatan permintaan.

Tingkat penghunian kamar pada segmen tersebut naik menjadi 28,09 persen, lebih tinggi 5,70 poin dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 22,39 persen.

Yang menarik, tamu tidak hanya datang lebih banyak, tetapi juga memilih tinggal lebih lama. Rata-rata lama menginap di hotel berbintang meningkat menjadi 1,67 malam, dari sebelumnya hanya 1,00 malam.

Sementara di hotel nonbintang, rata-rata lama menginap bertambah menjadi 1,18 malam, naik dari 1,06 malam pada bulan sebelumnya.

Baca Juga:  Diskopi dan Sorai Coffee Hidupkan Ekosistem Kopi Gorontalo Lewat Tarung Tiga

Kota Gorontalo menjadi wilayah dengan peningkatan okupansi paling menonjol. Tingkat penghunian kamar di ibu kota provinsi itu melonjak dari 25,95 persen menjadi 41,70 persen, atau bertambah 15,75 poin hanya dalam satu bulan.

Secara keseluruhan, TPK hotel berbintang pada Juni 2026 menjadi yang tertinggi selama Januari hingga Juni tahun ini.

Ramainya hotel ternyata berjalan seiring dengan meningkatnya aktivitas perjalanan wisatawan nusantara.

BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan ke dan di Gorontalo mencapai 502.644 perjalanan pada Juni 2026, naik 4,18 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebanyak 482.466 perjalanan.

Baca Juga:  Kawasan Komunal Dengilo Porak-poranda Akibat PETI, Camat Diam Seribu Bahasa

Peningkatan terbesar berasal dari wisatawan yang datang dari luar Provinsi Gorontalo.

Perjalanan wisata antar daerah (inter) tumbuh 24,34 persen menjadi 103.665 perjalanan, sedangkan perjalanan wisata di dalam provinsi (intra) tetap stabil di angka 398.979 perjalanan.

Deretan angka tersebut memberi sinyal bahwa geliat pariwisata Gorontalo mulai kembali terasa.

Setiap kamar hotel yang terisi membuka peluang bagi sektor lain untuk ikut bergerak, mulai dari transportasi, restoran, kedai kopi, pusat oleh-oleh, pelaku UMKM, hingga berbagai jasa pendukung wisata.

Dengan tren ini, industri pariwisata berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada pertengahan 2026.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel