Kabar

Dari Balik Jeruji, Ada yang Sedang Tumbuh di Lapas Kelas IIA Gorontalo

×

Dari Balik Jeruji, Ada yang Sedang Tumbuh di Lapas Kelas IIA Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Lapas Gorontalo mengembangkan Green House Orilago Hidrofarm untuk melatih warga binaan bertani secara hidroponik sekaligus menghasilkan nilai ekonomi/Hibata.id
Lapas Gorontalo mengembangkan Green House Orilago Hidrofarm untuk melatih warga binaan bertani secara hidroponik sekaligus menghasilkan nilai ekonomi/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo, aktivitas warga binaan tidak hanya berkutat pada rutinitas pembinaan.

Mereka kini mulai belajar menanam, merawat, hingga menghasilkan tanaman hortikultura melalui Green House Orilago Hidrofarm.

Program pertanian modern berbasis hidroponik itu menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Gorontalo.

Warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison mengatakan pengembangan Green House Orilago Hidrofarm merupakan salah satu rangkaian pembinaan kemandirian bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dari warga binaan, dalam hal pembinaan kemandirian,” ujar Junaidi, Sabtu (8/8/2026).

Bagi Junaidi, kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih jauh daripada sekadar mengisi waktu warga binaan.

Baca Juga:  Diduga Timbun BBM, SPBU Randangan Disorot Mahasiswa

Melalui hidroponik, mereka diharapkan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Karena itu, hasil tanaman yang dibudidayakan tidak berhenti di dalam green house. Lapas Gorontalo juga menyiapkan jalur pemasaran agar hasil kerja warga binaan dapat memberikan nilai tambah.

“Di samping untuk memberikan pelatihan, yang lebih penting bagi narapidana ini akan menghasilkan premi buat mereka. Setelah nanti sukses pelaksanaannya, hasil dari penjualan itu nanti mereka bisa terima,” kata Junaidi.

Dengan pola tersebut, warga binaan memiliki kesempatan untuk merasakan langsung hasil dari pekerjaan yang mereka lakukan. Mereka belajar dari proses menanam hingga melihat hasilnya memiliki nilai ekonomi.

Lapas Gorontalo bahkan telah menyiapkan pasar bagi hasil panen tersebut. Junaidi mengatakan produk hidroponik nantinya akan dipasarkan kepada vendor yang mengelola kebutuhan bahan makanan bagi warga binaan.

Baca Juga:  Kementerian Keuangan Buka Blokir Anggaran Rp86,6 Triliun, untuk Apa?

“Iya, ini juga salah satu program pemerintah yang kita tindaklanjuti terkait ketahanan pangan. Yang jelas nanti hasil dari hidroponik ini kami jual kepada vendor yang mengelola bahan makanan narapidana. Jadi kami jual kepada mereka, pasarnya sudah ada,” ujarnya.

Pada tahap awal, Lapas Gorontalo akan membudidayakan sejumlah tanaman hortikultura. Sawi dan selada menjadi tanaman yang disiapkan, disusul ketimun giok dan melon.

Junaidi menyebut ketimun giok menjadi salah satu tanaman yang akan diuji coba dalam program tersebut.

“Untuk ke depan kami ada tanam sawi dan selada, kemudian ada juga ketimun. Ini ketimunnya agak unik, namanya ketimun giok, jadi kami akan uji coba juga. Mudah-mudahan sukses,” katanya.

Baca Juga:  Norma Paputungan: Dari Teras Rumah Jadi Butik Inspiratif Penggerak Ekonomi Kotamobagu

Pengembangan Green House Orilago Hidrofarm menjadi bagian dari upaya Lapas Gorontalo mengubah pola pembinaan dari sekadar menjalani masa pidana menjadi proses mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Di tempat itu, tanaman tumbuh dari air dan nutrisi. Namun, di balik proses sederhana tersebut, Lapas Gorontalo ingin menumbuhkan sesuatu yang lebih besar: keterampilan, kemandirian, dan keyakinan bahwa kehidupan setelah masa pidana masih bisa dibangun dari sebuah pekerjaan yang sederhana.

Program itu juga diharapkan dapat menjadi contoh pembinaan kemandirian yang bisa dikembangkan di unit pemasyarakatan lainnya, terutama melalui sektor pertanian yang produktif dan memiliki peluang pasar.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel