Hibata.id, Gorontalo – Longsor terus menelan korban di kawasan tambang emas ilegal Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Peristiwa yang terjadi Rabu (12/8/2026) lalu sekitar pukul 19.00 WITA itu menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih belum ditemukan.
Tragedi ini bukan kejadian pertama. Kawasan tambang Hulawa dan sekitarnya sudah berulang kali mengalami longsor yang merenggut nyawa pekerja.
Pada April 2023, empat pekerja tertimbun longsor di lokasi tambang emas tanpa izin. Dua di antaranya meninggal dunia.
Rentetan kecelakaan berlanjut pada 2025. Seorang penambang meninggal setelah longsor terjadi di kawasan Potabo. Sebulan kemudian, longsor di Tomula menewaskan Rahmat Mohi.
Pada Oktober tahun yang sama, dua pekerja kembali meninggal setelah tertimbun longsor di lubang tambang ilegal Desa Bulangita, Kecamatan Marisa.
Memasuki 2026, korban jiwa terus bertambah. Seorang warga Pohuwato meninggal dalam kecelakaan di kawasan tambang Suwawa-Tulabolo, Bone Bolango, pada Mei.
Dua bulan kemudian, Rizal Panakili tewas dalam kecelakaan di tambang emas ilegal Botudulanga, Desa Hulawa.
Kini, longsor di kawasan tambang DAM kembali menambah daftar korban.
Pertanyaannya, sampai kapan?
Berulangnya kecelakaan menunjukkan persoalan tambang ilegal di kawasan tersebut bukan sekadar soal longsor.
Ada persoalan keselamatan pekerja, pengawasan dan penegakan hukum yang terus berulang tanpa penyelesaian tuntas.
Ironisnya, hingga Kamis (13/8/2026) sore, Basarnas Gorontalo mengaku belum menerima laporan terkait longsor di tambang DAM.
“Maaf Pak, kami juga tidak ada info laporan masuk terkait kejadian di tambang DAM. Jadi kami tidak bisa ada pergerakan ke lokasi untuk operasi SAR,” kata pihak Basarnas saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni belum memberikan keterangan. Konfirmasi melalui WhatsApp hingga berita ini ditulis belum mendapat respons.
Di tengah puluhan orang yang masih dicari, satu hal kembali dipertanyakan: mengapa tragedi di kawasan tambang ini terus berulang?













