Lingkungan

Saat Julang Sulawesi Terancam, PLN Nusantara Power Memilih Turun ke Hutan

×

Saat Julang Sulawesi Terancam, PLN Nusantara Power Memilih Turun ke Hutan

Sebarkan artikel ini
Burung Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) terlihat di habitat alaminya di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Satwa endemik Sulawesi ini menjadi fokus Program Konservasi yang dijalankan PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo melalui penguatan riset, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat/Hibata.id
Burung Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) terlihat di habitat alaminya di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Satwa endemik Sulawesi ini menjadi fokus Program Konservasi yang dijalankan PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo melalui penguatan riset, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Hutan-hutan di Kabupaten Pohuwato masih menjadi rumah bagi Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix), salah satu burung endemik Sulawesi yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis.

Namun, keberadaan satwa tersebut masih menghadapi tekanan akibat perubahan bentang alam, mulai dari pembukaan lahan hingga aktivitas pertambangan ilegal.

Scroll untuk baca berita

Kondisi itu mendorong PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) memperkuat program konservasi.

Tak lagi sebatas kampanye penyadartahuan, tetapi mulai berorientasi pada riset, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan habitat secara berkelanjutan.

Memasuki April 2026, tim peneliti UMGo telah menyelesaikan survei sosial di Desa Panca Karsa II, Kalimas, dan Tirto Asri.

Dengan tambahan tersebut, kini tersedia data sosial dan ekologi dari lima desa yang menjadi habitat Julang Sulawesi di Kabupaten Pohuwato.

Data tersebut menjadi pijakan awal untuk menyusun strategi konservasi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan karakteristik masyarakat di sekitar habitat burung endemik itu.

Hasil penelitian menunjukkan masyarakat memiliki kepedulian yang cukup tinggi terhadap pelestarian Julang Sulawesi.

Baca Juga:  Penanganan PETI Pohuwato Beda Nasib: Alamotu Ngebut, DAM Jalan di Tempat

Namun, tim peneliti juga mencatat sejumlah tantangan yang masih dihadapi.

Di antaranya perubahan tutupan hutan akibat pembukaan lahan, aktivitas pertambangan ilegal, serta penurunan kualitas habitat.

Bagi Julang Sulawesi, keberadaan hutan bukan hanya tempat hidup, tetapi juga ruang berkembang biak dan mencari pakan.

Berkurangnya tutupan hutan berpotensi memengaruhi keberlangsungan populasi satwa yang berperan sebagai penyebar biji berbagai jenis pohon hutan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, PLN Nusantara Power bersama UMGo mulai merancang pembangunan Laboratorium Lapangan Konservasi di Desa Mekarti Jaya.

Laboratorium itu tidak hanya difungsikan sebagai pusat penelitian, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat, tempat pelatihan konservasi, pemantauan habitat Julang Sulawesi, hingga pengembangan eduekowisata berbasis lingkungan.

Program konservasi juga diperluas melalui sektor pendidikan. Bersama para guru di Kecamatan Taluditi, UMGo menyusun kurikulum muatan lokal dan modul pembelajaran tentang Julang Sulawesi agar siswa mengenal satwa endemik Sulawesi sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan sejak usia dini.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indri Afriani Yasin, mengatakan keberhasilan konservasi tidak cukup mengandalkan perlindungan habitat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Baca Juga:  BIOTA Ajak Semua Pihak Wujudkan Kota Ramah Burung Migrasi di Gorontalo

“Dari hasil penelitian yang kami lakukan, masyarakat menunjukkan dukungan yang sangat baik terhadap upaya pelestarian Julang Sulawesi. Ini menjadi modal penting untuk membangun program konservasi yang benar-benar berkelanjutan. Melalui pendekatan ilmiah dan pemberdayaan masyarakat, kami berharap konservasi ini dapat terus berjalan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, Adi Nugroho, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin program ini memberi manfaat yang nyata, bukan hanya bagi kelestarian Julang Sulawesi, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, kami bersama UMGo telah menyusun roadmap hingga tahun 2029, mulai dari penguatan riset, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan eduekowisata sebagai bentuk keberlanjutan program,” katanya.

Senada disampaikan Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, Reynold Gobel. Menurutnya, konservasi hanya dapat berjalan efektif apabila melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Fakta Menarik Tentang Ikan Kakatua yang Terancam Punah

“Konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha. Kami bersyukur program ini mendapat dukungan yang sangat baik. Ke depan, kami ingin konservasi Julang Sulawesi tidak hanya menjaga satwa dan habitatnya, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan kawasan berbasis konservasi,” ujar Reynold.

Program konservasi Julang Sulawesi yang dijalankan PLN Nusantara Power dan UMGo dirancang hingga 2029. Selain menjaga kelestarian salah satu satwa endemik Sulawesi.

Program ini diharapkan melahirkan model konservasi berbasis masyarakat yang mampu memperkuat perlindungan habitat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar kawasan hutan.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekosistem hutan di berbagai daerah, langkah konservasi yang memadukan riset ilmiah, pendidikan, dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperkuat upaya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel