Lingkungan

Banjir Berulang di Bulangita Pohuwato, Aktivitas PETI Masih Berlangsung

×

Banjir Berulang di Bulangita Pohuwato, Aktivitas PETI Masih Berlangsung

Sebarkan artikel ini
Kondisi rumah warga di Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, yang terendam banjir setelah hujan deras. Warga kembali menyoroti dugaan dampak aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan hulu terhadap kondisi lingkungan di sekitar daerah aliran sungai/Hibata.id
Kondisi rumah warga di Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, yang terendam banjir setelah hujan deras. Warga kembali menyoroti dugaan dampak aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan hulu terhadap kondisi lingkungan di sekitar daerah aliran sungai/Hibata.id

Hibata.id, PohuwatoBanjir kembali merendam Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari, Jumat (24/7/2026).

Sedikitnya 27 kepala keluarga (KK) terdampak akibat luapan sungai yang diperparah jebolnya salah satu tanggul.

Peristiwa banjir itu kembali memunculkan perhatian masyarakat terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih berlangsung di sekitar kawasan hulu sungai.

Sejumlah warga menilai aktivitas tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi lingkungan di daerah aliran sungai.

Kepala Desa Bulangita Fendi Diange mengatakan hujan deras mulai turun sekitar pukul 02.00 WITA hingga pagi hari.

Baca Juga:  Pohuwato Dilanda Banjir, Pemda Diminta Jangan Tutup Mata dengan Dampak PETI

Curah hujan yang berlangsung selama beberapa jam menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga.

“Sungai sudah penuh. Hujan deras dari tadi malam sekitar jam dua sampai pagi, ditambah ada tanggul yang jebol,” kata Fendi saat dihubungi melalui sambungan telepon, sebagaimana dilansir AndalanIDN.

Pemerintah Desa Bulangita saat ini masih berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato untuk mendata dampak banjir sekaligus melakukan penanganan awal terhadap warga terdampak.

“Untuk sementara ada sekitar 27 kepala keluarga yang terdampak. Sementara untuk kerugian maupun kerusakan, belum ada laporan yang masuk kepada saya,” ujarnya.

Baca Juga:  Telur Penyu Ditemukan di Pantai Marisa, BKSDA Bilang Begini

Fendi mengungkapkan banjir bukan lagi kejadian baru bagi Desa Bulangita. Selama dirinya menjabat sebagai kepala desa, wilayah tersebut telah berulang kali dilanda banjir, bahkan tercatat lebih dari sepuluh kali.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan Desa Bulangita masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Ia mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan dan segera menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan saat banjir terjadi.

“Yang paling utama adalah menjaga keselamatan. Tinggal bagaimana cara kita menyelamatkan diri ketika bencana terjadi,” katanya.

Baca Juga:  LP3G Desak Menteri ESDM dan LHK Tinjau Tambang PT Merdeka Gold dan PT PETS

Banjir yang kembali terjadi di Desa Bulangita menjadi pengingat pentingnya penguatan upaya mitigasi bencana, termasuk peningkatan kapasitas infrastruktur pengendali banjir, perlindungan daerah aliran sungai, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih berlangsung di wilayah tersebut terus menjadi perhatian masyarakat. D

ugaan keterkaitan antara aktivitas pertambangan dan meningkatnya risiko banjir memerlukan kajian ilmiah serta penanganan sesuai kewenangan instansi terkait.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel