Wisata

GKK 2026 Bukan Sekadar Karnaval, Rp4.6 Miliar Bakal Berputar di Gorontalo

×

GKK 2026 Bukan Sekadar Karnaval, Rp4.6 Miliar Bakal Berputar di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026/Hibata.id
Gorontalo Karnaval Karawo (GKK). Foto: Istimewa 2026/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Pemerintah Provinsi Gorontalo memproyeksikan perputaran transaksi ekonomi selama Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 mencapai Rp4,5 miliar hingga Rp4,6 miliar.

Nilai tersebut diperkirakan berasal dari berbagai aktivitas ekonomi yang melibatkan pengrajin Karawo hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan proyeksi tersebut berdasarkan hitungan sementara pemerintah daerah terhadap aktivitas ekonomi selama rangkaian GKK 2026.

“Hitungan kasar kami sekitar Rp4,5 miliar sampai Rp4,6 miliar. Kami berharap multiplier effect terhadap ekonomi lokal juga semakin meningkat dari tahun sebelumnya,” kata Sultan di Gorontalo, Senin (7/9/2026).

Menurut Sultan, proyeksi transaksi tahun ini lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan GKK sebelumnya.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia yang dirujuk pemerintah daerah, transaksi pada pelaksanaan tahun lalu mencapai sekitar Rp3,3 miliar yang berasal dari business matching dan pembelian berbagai produk.

Baca Juga:  Surga Bawah Laut Pulau Monduli Gorontalo yang Memikat Wisatawan

Pemprov Gorontalo berharap peningkatan aktivitas ekonomi tersebut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama pengrajin Karawo dan UMKM yang terlibat selama kegiatan.

145 pengrajin Karawo dilibatkan

Sultan mengatakan GKK 2026 melibatkan sedikitnya 145 pengrajin Karawo. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat penyelenggaraan kegiatan bagi sektor ekonomi kreatif lokal.

Selain pengrajin, sekitar 500 siswa dijadwalkan mengikuti Mokarawo Kolosal. Sebanyak 100 siswa SMA Negeri 1 juga akan tampil dalam pertunjukan musik tradisional.

Pelaku UMKM turut mendapatkan ruang untuk memasarkan produknya kepada masyarakat dan pengunjung.

Mereka dijadwalkan menempati area penjualan di sepanjang Jalan Ariokatili dan kawasan Gorontalo Provincial Convention Center (GPCC) selama rangkaian GKK 2026 berlangsung.

Menurut Sultan, konsep tersebut dirancang agar penyelenggaraan GKK tidak hanya menjadi ruang pertunjukan dan promosi Karawo, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

“Bukan saja karnavalnya yang kita lihat, tapi dampak ekonomi yang akan timbul daripada suatu event dilaksanakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Curug Cikaso, Pesona Tiga Air Terjun di Sukabumi yang Menyegarkan Jiwa

Belanja produk UMKM untuk tiket konser

Salah satu rangkaian GKK 2026 menghadirkan penyanyi nasional Yura. Pemerintah daerah memanfaatkan pertunjukan tersebut untuk mendorong pembelian produk UMKM yang terlibat dalam kegiatan.

Sultan menjelaskan pengunjung tidak membeli tiket konser secara langsung.

Pengunjung yang ingin menyaksikan pertunjukan tersebut harus berbelanja produk UMKM senilai Rp250.000 untuk memperoleh tiket masuk.

“Ketika kita belanja produk UMKM Rp250.000, maka akan langsung diberikan tiket untuk masuk,” kata Sultan.

Menurut dia, mekanisme tersebut diharapkan meningkatkan transaksi UMKM sekaligus memperluas dampak ekonomi selama penyelenggaraan GKK 2026.

Transaksi pembelian produk UMKM itu nantinya juga masuk dalam penghitungan aktivitas ekonomi selama rangkaian kegiatan.

Persiapan GKK 2026 memasuki tahap akhir

Sementara itu, persiapan pelaksanaan GKK 2026 telah memasuki tahap akhir. Sultan mengatakan panitia telah menyelesaikan sejumlah kebutuhan, termasuk undangan dan perizinan.

Baca Juga:  Pesona Wisata Hiu Paus di Gorontalo, Destinasi Impian Banyak Orang

Peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) juga telah menyiapkan seragam, maskot, serta kebutuhan lain untuk mengikuti karnaval.

Panitia kini menyelesaikan sejumlah pekerjaan teknis, antara lain pemasangan panggung, videotron, dan tenda bagi peserta maupun penonton.

Gladi bersih dijadwalkan berlangsung pada Jumat dengan melibatkan sekitar 55 peserta.

Panitia akan menggunakan gladi tersebut untuk menghitung durasi penampilan sekaligus menentukan waktu pelaksanaan karnaval.

GKK 2026 sementara dijadwalkan mulai pukul 14.00 WITA. Namun, panitia masih mempertimbangkan untuk memajukan pelaksanaan menjadi pukul 13.00 WITA agar seluruh rangkaian karnaval dapat selesai sebelum waktu Maghrib.

Melalui penyelenggaraan GKK 2026, Pemprov Gorontalo menargetkan promosi Karawo berjalan beriringan dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pengrajin, pelaku ekonomi kreatif, dan UMKM lokal.

 

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel