Kabar

Sultan Kalupe Bidik GKK 2026 Jadi Motor Ekonomi Kreatif Gorontalo

×

Sultan Kalupe Bidik GKK 2026 Jadi Motor Ekonomi Kreatif Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe/Hibata.id
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 sebagai ruang promosi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif dengan melibatkan 500 pengrajin Karawo dan 147 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe mengatakan pemerintah menargetkan GKK 2026 menjadi penyelenggaraan terbesar sejak agenda tersebut digelar.

Selain melibatkan ratusan pengrajin dan UMKM, rangkaian karnaval akan menghadirkan 100 alat musik tradisional Polopalo. Sekitar 600 peserta dari komunitas, sekolah, sektor swasta, perbankan, hingga instansi pemerintah juga dijadwalkan berpartisipasi.

“Untuk GKK 2026 ini kita siapkan 500 pengrajin Karawo yang akan tampil langsung. Ada juga 100 alat musik tradisional Polopalo yang akan mengiringi karnaval,” kata Sultan.

Baca Juga:  Satpol PP Provinsi Gorontalo Berperan Penting di Balik Sukses PENAS XVII

Menurut Sultan, keterlibatan ratusan pengrajin menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlanjutan Karawo sebagai warisan budaya Gorontalo. Sementara kehadiran 147 stan UMKM diharapkan membuka ruang transaksi bagi pelaku usaha lokal selama kegiatan berlangsung.

“500 pengrajin ini adalah ujung tombak pelestarian Karawo. 147 booth UMKM ini adalah tempat perputaran ekonomi,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Gorontalo ingin manfaat GKK tidak berhenti pada pertunjukan budaya. Kehadiran wisatawan dan pengunjung diharapkan turut mendorong penjualan produk kerajinan, kuliner, dan berbagai produk ekonomi kreatif daerah.

“Kami ingin saat tamu datang, mereka tidak hanya melihat karnaval, tapi juga belanja, makan, dan merasakan langsung budaya Gorontalo,” kata Sultan.

Baca Juga:  Mahasiswa Akan Gelar Aksi di Polda Gorontalo: Desak Tangkap “Ka Uwa", Terduga Pelaku PETI Balayo

Melalui konsep tersebut, pemerintah berupaya mempertemukan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif. Karawo tidak hanya ditampilkan sebagai produk budaya, tetapi juga diperkenalkan sebagai karya bernilai ekonomi yang dapat memperluas pasar bagi para pengrajin.

Sultan mengatakan GKK juga diarahkan menjadi salah satu identitas pariwisata dan budaya Gorontalo. Semakin luas jangkauan kegiatan tersebut, menurut dia, semakin besar peluang Karawo dikenal masyarakat di tingkat nasional.

“Kami ingin GKK jadi ikon. Kalau orang bicara Karawo, orang langsung ingat Gorontalo. Kalau orang bicara Gorontalo, orang langsung ingat GKK,” ujarnya.

Untuk mencapai tujuan itu, penyelenggaraan GKK 2026 melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah ingin karnaval berkembang menjadi agenda bersama yang memberikan ruang bagi pengrajin, UMKM, komunitas, pelajar, dunia usaha, dan masyarakat.

Baca Juga:  Babak Baru Tambang Dengilo, Berikut Koperasi Pertama Pegang IPR

Sultan juga mengajak masyarakat berpartisipasi dan ikut menyukseskan penyelenggaraan GKK 2026.

“Mari kita jadikan GKK 2026 sebagai pesta rakyat. Tunjukkan ke dunia bahwa Gorontalo punya budaya yang luar biasa dan masyarakat yang luar biasa ramahnya,” tuturnya.

Pemerintah berharap GKK 2026 dapat memperluas pengenalan Karawo kepada generasi muda dan wisatawan sekaligus membuka peluang pasar bagi pengrajin serta pelaku ekonomi kreatif Gorontalo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel