Kabar

Selada, Timun, Melon: Cerita Produktif dari Balik Tembok Lapas Gorontalo

×

Selada, Timun, Melon: Cerita Produktif dari Balik Tembok Lapas Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison saat melaksanakan panen perdana hasil budidaya tanaman di greenhouse Lapas Kelas IIA Gorontalo/Hibata.id
Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison saat melaksanakan panen perdana hasil budidaya tanaman di greenhouse Lapas Kelas IIA Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo menggelar panen perdana selada, timun, dan melon hasil budidaya warga binaan di greenhouse sebagai bagian dari program pembinaan ketahanan pangan.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya mendukung program ketahanan pangan pemerintah, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Ini merupakan panen perdana dari kegiatan warga binaan di dalam Lapas Gorontalo untuk menunjang ketahanan pangan,” kata Junaidi di Gorontalo.

Menurut dia, tanaman yang dipanen merupakan hasil budidaya selama sekitar 25 hari. Meski memanfaatkan greenhouse dengan luas terbatas, warga binaan mampu mengembangkan tiga jenis tanaman, yakni selada, timun, dan melon.

Baca Juga:  62 Pejabat Trenggalek Dilantik, Bupati Minta Pelayanan Publik Dipercepat

Junaidi menilai hasil budidaya tersebut memiliki kualitas yang baik. Sebagian hasil panen akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan di lingkungan lapas, sementara sebagian lainnya akan dipasarkan.

Sekitar seperlima dari hasil panen, kata dia, direncanakan dijual kepada pihak ketiga atau vendor penyedia bahan makanan bagi penghuni lapas.

Skema tersebut diharapkan membuat warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan bercocok tanam, tetapi juga memahami bahwa hasil budidaya pertanian dapat memiliki nilai ekonomi.

Panen perdana itu turut melibatkan Dharma Wanita Lapas Kelas IIA Gorontalo sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan pembinaan dan ketahanan pangan di lingkungan lapas.

Manfaatkan Keterampilan Warga Binaan

Dalam menjalankan program tersebut, Lapas Gorontalo juga memanfaatkan pengalaman sejumlah warga binaan yang sebelumnya telah memiliki pengetahuan di bidang pertanian.

Baca Juga:  IMM Pohuwato Gelar Aksi di DPRD: Tolak PSN dan Desak Kadis Pertanian Dicopot!

Pengetahuan tersebut kemudian dibagikan kepada warga binaan lainnya sehingga kegiatan di greenhouse sekaligus menjadi sarana belajar dan berbagi keterampilan.

“Sebelum mereka masuk ke dalam lapas, mereka memang sudah memiliki ilmu dalam hal ketahanan pangan. Jadi kita manfaatkan, kita tularkan kepada warga binaan yang lain,” ujar Junaidi.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kita berusaha supaya mereka bisa memacu untuk berkarya, kemudian bisa menghasilkan untuk keluarga mereka nantinya,” katanya.

Lapas Gorontalo Siapkan Pengembangan Agrowisata

Baca Juga:  Hampir Sebulan Usai Operasi PETI Bulangita, Pemilik 3 Alat Berat Belum Tersentuh

Lapas Kelas IIA Gorontalo juga berencana memperluas program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan di bagian depan lapas.

Junaidi mengatakan lahan tersebut direncanakan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata yang memadukan budidaya pertanian dengan kegiatan edukasi.

Berbagai jenis sayuran dan buah-buahan akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut.

Pengembangan itu diharapkan memperluas ruang pembinaan produktif sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Gorontalo mengarahkan kegiatan pembinaan pada keterampilan yang dapat diterapkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel