Hibata.id, Gorontalo – Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo mendorong wastra daerah menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif dengan memperluas pengenalan dan pasar produk kerajinan lokal melalui Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana mengatakan, Gorontalo memiliki kerajinan tenun lokal yang perlu kembali diperkenalkan kepada masyarakat sekaligus dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi lebih besar.
“Kita akan memperkenalkan kembali bahwa Gorontalo juga punya kerajinan tenun lokal yang selama ini mungkin sudah hampir dilupakan. Kita akan hadirkan kembali bahwa Gorontalo juga punya kerajinan tenun lokal,” kata Bambang dalam kegiatan PIRAMIDA (Ngopi Bareng Insan Media) di Kota Gorontalo, Rabu (9/9/2026).
Upaya tersebut akan menjadi salah satu bagian dari HARFEST 2026 yang berlangsung pada 11–13 September di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo.
Festival itu akan menghadirkan beragam produk kerajinan dan wastra Gorontalo bersama produk UMKM lainnya.
BI ingin produk berbasis budaya lokal tidak hanya tampil sebagai kerajinan, tetapi juga memperoleh ruang pasar yang lebih luas.
Penguatan pasar menjadi perhatian dalam penyelenggaraan HARFEST tahun ini.
BI menggandeng Pemerintah Provinsi Gorontalo, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mempertemukan potensi produk lokal dengan peluang ekonomi.
Bambang mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus menciptakan nilai tambah bagi produk lokal.
“Kami mengharapkan kolaborasi antara BI dan pemerintah daerah ini akan memperluas akses pasar UMKM, kemudian mendorong berkembangnya ekonomi kreatif, menguatkan pariwisata serta menciptakan nilai tambah bagi produk-produk UMKM dan produk lokal nasional lainnya bagi perekonomian,” ujarnya.
Wastra Masuk Ekosistem Ekonomi Kreatif
Menurut BI, pengembangan wastra memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Kerajinan tradisional dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi ketika pelaku usaha mendapatkan akses pasar, pembiayaan, promosi, serta kesempatan bertemu langsung dengan calon pembeli.
Karena itu, HARFEST tidak hanya menjadi ruang pamer produk. BI juga menyiapkan business matching untuk mempertemukan UMKM dengan calon pembeli potensial.
Pasar yang dibidik tidak terbatas di Gorontalo. Pelaku UMKM juga akan mendapat kesempatan membuka jaringan dengan calon pembeli yang memiliki potensi membawa produk mereka ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
Dari kegiatan tersebut, BI menargetkan nilai penjualan UMKM selama HARFEST 2026 mencapai Rp4,2 miliar.
“Kami menargetkan dari business matching penjualan UMKM pada HARFEST 2026 ini Rp4,2 miliar,” kata Bambang.
Target tersebut menunjukkan HARFEST diarahkan tidak hanya sebagai agenda promosi produk, tetapi juga sebagai ruang transaksi bagi pelaku UMKM.
Selain akses pasar, BI membuka peluang akses pembiayaan dengan mempertemukan pelaku UMKM dan lembaga keuangan.
Akses modal menjadi salah satu bagian penting untuk mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi ketika permintaan pasar terhadap produk mereka berkembang.
Perluas Pasar Produk Lokal
HARFEST 2026 juga memberi ruang kepada UMKM binaan BI dan pelaku usaha lainnya untuk memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat.
Melalui pertemuan antara perajin, UMKM, pembeli, lembaga keuangan, dan konsumen, BI berharap terbentuk ekosistem yang dapat memperkuat perkembangan produk lokal Gorontalo.
Wastra menjadi bagian dari ekosistem tersebut karena membawa dua nilai sekaligus, yakni identitas budaya dan potensi ekonomi.
Selain pameran produk, HARFEST 2026 akan menghadirkan peragaan busana, festival kuliner, seminar, gelar wicara, pertunjukan musik, perlombaan, serta kegiatan ekonomi kreatif lainnya.
Kegiatan di dalam ruangan akan dipusatkan di Grand Palace Convention Center. Sementara festival kuliner dan sejumlah kegiatan ekonomi kreatif akan berlangsung di area luar gedung.
Melalui rangkaian tersebut, BI ingin memperluas ruang bagi produk lokal Gorontalo untuk dikenal masyarakat, menemukan pasar baru, dan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha daerah.












