Kabar

Karnaval Karawo GKK 2027 Bakal Berbeda, Ini Konsep Baru yang Disiapkan

×

Karnaval Karawo GKK 2027 Bakal Berbeda, Ini Konsep Baru yang Disiapkan

Sebarkan artikel ini
Pemprov Gorontalo mulai menyiapkan GKK 2027 dengan konsep zero waste. Kostum, dekorasi dan perlengkapan karnaval didorong memakai material ramah lingkungan/Hibata.id
Pemprov Gorontalo mulai menyiapkan GKK 2027 dengan konsep zero waste. Kostum, dekorasi dan perlengkapan karnaval didorong memakai material ramah lingkungan/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai menyiapkan konsep penyelenggaraan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2027 dengan mendorong penerapan prinsip zero waste atau minim sampah dalam pelaksanaan kegiatan.

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengatakan konsep tersebut diharapkan mencakup penggunaan material ramah lingkungan pada kostum, dekorasi hingga berbagai perlengkapan pendukung karnaval.

Gagasan itu disampaikan Idah saat menutup rangkaian GKK 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC), Minggu (13/9/2026).

Menurut Idah, pengembangan GKK ke depan tidak hanya berfokus pada kreativitas kostum dan kemeriahan karnaval.

Penyelenggara juga perlu memperhitungkan dampak lingkungan yang muncul selama maupun setelah kegiatan berlangsung.

Baca Juga:  TMI Pohuwato Siap Dilantik di Tengah Sawah, Bawa Misi Perjuangkan Aspirasi Petani

“Untuk tahun depan, seluruh elemen masyarakat, termasuk swasta, apabila ingin menampilkan sesuatu, pakailah bahan-bahan yang ramah lingkungan, yang bisa kita pakai kembali,” kata Idah.

Idah mendorong penyelenggara, peserta dan pihak swasta mulai merancang penggunaan material yang dapat digunakan kembali sejak tahap persiapan GKK 2027.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah setelah karnaval berakhir.

Menurut dia, penerapan prinsip ramah lingkungan tidak akan membatasi kreativitas peserta.

Sebaliknya, pemanfaatan material yang dapat digunakan kembali bisa menjadi tantangan baru bagi peserta dalam menghasilkan karya yang menarik sekaligus berkelanjutan.

Baca Juga:  Dua Nama Menguat Calon Kapolri Pengganti Jenderal Listyo Sigit

Idah mencontohkan peserta yang meraih juara pertama pada GKK 2026 setelah melakukan persiapan lebih dari satu tahun. Proses tersebut, menurut dia, menunjukkan pentingnya perencanaan dalam menghasilkan karya terbaik.

“Kalau bisa dari awal kita sudah siapkan bahan-bahan yang bisa dipakai kembali, sehingga setelah kegiatan selesai tidak banyak sampah yang kita tinggalkan,” ujarnya.

Zero Waste Tak Hanya untuk Kostum

Konsep minim sampah yang didorong untuk GKK 2027 tidak hanya berkaitan dengan kostum peserta.

Pengelolaan sampah, dekorasi, perlengkapan kegiatan hingga fasilitas pendukung juga dapat menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan berikutnya.

Idah menilai semakin besar skala sebuah kegiatan, semakin besar pula tanggung jawab penyelenggara dalam mengelola dampak terhadap lingkungan.

Baca Juga:  Detik-detik Pick Up Angkut Solar Terbakar Hebat di Pohuwato

Karena itu, pemerintah daerah, swasta, komunitas, pengrajin Karawo, desainer hingga peserta karnaval didorong mulai mempertimbangkan prinsip ramah lingkungan sejak tahap perencanaan.

“Budaya dan kreativitas harus terus berkembang, tetapi lingkungan juga harus kita jaga,” kata Idah.

Pemerintah Provinsi Gorontalo selanjutnya memiliki waktu untuk mematangkan konsep tersebut menjelang pelaksanaan GKK 2027.

Apabila diterapkan, konsep itu akan memperluas pesan GKK dari promosi dan pelestarian Karawo menjadi penyelenggaraan kegiatan budaya yang turut memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel