Hibata.id, Bolmut – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena menitipkan satu pesan penting kepada 88 pejabat yang dilantik dan dikukuhkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmut: jabatan jangan sampai membuat pelayanan kepada masyarakat semakin rumit.
Sirajudin meminta pejabat bekerja cepat, memperkuat koordinasi, menjaga integritas, dan memastikan birokrasi hadir memberikan solusi bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan setelah ia melantik 17 pejabat manajerial dan mengukuhkan 71 pejabat nonmanajerial di lingkungan Pemkab Bolmut, Rabu (16/9/2026).
“Jabatan yang saudara emban bukanlah semata-mata penghargaan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab yang saudara pertanggungjawabkan,” kata Sirajudin.
Karena itu, ia meminta pejabat yang baru dilantik tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk beradaptasi. Mereka diminta segera memahami tugas, fungsi, kewenangan, serta tanggung jawab pada posisi masing-masing.
Koordinasi antarperangkat daerah juga menjadi perhatian. Sirajudin tidak ingin organisasi perangkat daerah berjalan sendiri-sendiri dengan membawa kepentingan sektoral masing-masing.
Menurut dia, setiap perangkat daerah merupakan bagian dari satu kesatuan Pemerintah Kabupaten Bolmut. Keberhasilan maupun persoalan pada satu perangkat daerah pada akhirnya berkaitan dengan kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan.
“Apa yang menjadi tugas satu perangkat daerah, pada akhirnya merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah secara keseluruhan. Karena itu, koordinasi harus diperkuat, komunikasi harus dibangun, dan ego sektoral harus kita kurangi,” ujarnya.
Jangan Persulit Pelayanan
Sirajudin kemudian menyoroti pelayanan publik. Menurut dia, keberhasilan pemerintahan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui perencanaan maupun terlaksananya berbagai kegiatan.
Hasil pekerjaan pemerintah harus bermuara pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Masyarakat, kata dia, membutuhkan pelayanan yang mudah, cepat dan tepat, bukan berhadapan dengan proses birokrasi yang justru menyulitkan.
“Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh jajaran, khususnya kepada pejabat yang baru dilantik, agar jangan membangun birokrasi yang mempersulit masyarakat,” katanya.
Sirajudin bahkan memberikan arahan sederhana kepada jajarannya: percepat sesuatu yang memang dapat dipercepat dan sederhanakan pelayanan yang dapat disederhanakan.
Namun, seluruh proses tersebut tetap harus berjalan sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan yang berlaku.
“Kalau sesuatu bisa dipercepat, maka percepat. Kalau sesuatu bisa disederhanakan, maka sederhanakan. Kalau ada persoalan, jangan dibiarkan berlarut-larut. Selesaikan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Jabatan Bukan Alasan
Selain pelayanan, Sirajudin mengingatkan pejabat mengenai disiplin, etika dan integritas.
Menurut dia, bekerja di lingkungan pemerintahan tidak hanya membutuhkan kemampuan menjalankan tugas. Aparatur juga harus memiliki tanggung jawab dalam menggunakan kewenangan yang melekat pada jabatan.
“Jangan karena merasa memiliki jabatan, kemudian kewenangan digunakan secara tidak tepat,” pesannya.
Ia meminta setiap pejabat menjaga kepercayaan yang diberikan dan mengambil keputusan berdasarkan aturan serta kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kepentingan masyarakat dan kepentingan pemerintah daerah harus menjadi prioritas kita,” ujarnya.
Pesan khusus juga diberikan kepada pimpinan perangkat daerah. Sirajudin meminta mereka tidak sekadar memberikan perintah, tetapi mampu membangun tim yang solid serta memberi ruang kepada jajaran di bawahnya untuk bekerja dan berkembang.
“Jadikan integritas sebagai pegangan, jadikan disiplin sebagai kebiasaan dan jadikan pelayanan sebagai bagian dari pengabdian,” tuturnya.
Sirajudin berharap jajaran Pemkab Bolmut mampu menunjukkan profesionalisme melalui kerja nyata dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita harus hadir, kita harus bekerja, memberikan hasil. Oleh karena itu, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, jaga kepercayaan yang diberikan, jaga nama baik Pemda,” katanya.
Ia kembali mengingatkan bahwa jabatan tidak hanya membawa kewenangan, tetapi juga tanggung jawab besar.
“Jangan pernah lupa bahwa di balik jabatan yang saudara emban, ada tanggung jawab kepada masyarakat dan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 17 pejabat manajerial yang dilantik terdiri atas lima pejabat eselon III dan 12 pejabat eselon IV.
Sementara 71 pejabat nonmanajerial merupakan pejabat fungsional yang memperoleh kenaikan jenjang, yakni dari ahli pertama menjadi ahli muda serta dari ahli muda menjadi ahli madya.












