Bolmut

Pegiat Literasi Apresiasi Gerakan 15 Menit Membaca Bupati Bolmut

×

Pegiat Literasi Apresiasi Gerakan 15 Menit Membaca Bupati Bolmut

Sebarkan artikel ini
Pegiat literasi Sulawesi Utara, Sicilya Mokoginta/Hibata.id
Pegiat literasi Sulawesi Utara, Sicilya Mokoginta/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Pegiat literasi Sulawesi Utara mengapresiasi langkah Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, yang meluncurkan Gerakan 15 Menit Membaca Sebelum Belajar.

Hal itu dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Pegiat literasi Sulawesi Utara, Sicilya Mokoginta, menilai kebijakan tersebut tidak hanya mendorong peningkatan minat baca peserta didik.

Tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang kritis, berwawasan luas, dan memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik.

“Gerakan seperti ini sangat positif karena membangun kebiasaan membaca, bukan sekadar kegiatan seremonial. Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan terlihat pada meningkatnya kemampuan literasi, daya pikir kritis, hingga prestasi belajar siswa,” kata Sicilya saat dihubungi, Kamis (23/07/2026).

Baca Juga:  RSUD Bintauna Tetap Optimal Layani Pasien di Tengah Proses Akreditasi

Menurut dia, pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap perkembangan kemampuan akademik peserta didik.

Budaya membaca yang ditanamkan sejak dini akan membantu siswa lebih mudah memahami materi pelajaran sekaligus memperluas wawasan mereka.

Sicilya yang juga menjabat sebagai pengurus Satu Pena Sulawesi Utara berharap Gerakan 15 Menit Membaca tidak berhenti sebagai program peluncuran semata.

Melainkan menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten di seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Ia mengatakan keberhasilan program literasi membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat ekosistem literasi melalui penyediaan bahan bacaan yang sesuai dengan usia siswa, peningkatan kualitas perpustakaan sekolah, serta pengembangan pojok baca di setiap ruang kelas.

Baca Juga:  Ambulans Puskesmas Buko Mogok Usai Antar Pasien, Kurang Perawatan?

“Literasi akan berkembang apabila kebijakan pemerintah berjalan seiring dengan komitmen sekolah dalam membangun kebiasaan membaca setiap hari,” ujarnya.

Dosen Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) tersebut menjelaskan berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran mampu meningkatkan konsentrasi, memperkaya kosakata, memperkuat kemampuan memahami bacaan, serta mendorong siswa lebih aktif dalam proses belajar.

Karena itu, ia meyakini Gerakan 15 Menit Membaca dapat menjadi salah satu program strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Sementara itu, Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena mengatakan Gerakan 15 Menit Membaca merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah serta membiasakan siswa membaca sebelum proses belajar dimulai.

Baca Juga:  Gercep Sangadi dan Ratusan Warga Hadang Si Jago Merah Hingga Gagal Lahap Gedung Perpustakaan

Menurut Sirajudin, kemampuan literasi menjadi fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas sehingga budaya membaca harus dibangun secara konsisten sejak usia sekolah.

“Kita tidak bisa berharap lahir generasi yang unggul apabila budaya membaca masih rendah. Gerakan 15 Menit Membaca menjadi langkah sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam membentuk kebiasaan belajar, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik,” katanya.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dapat menjalankan program tersebut secara berkelanjutan sehingga budaya membaca tumbuh menjadi bagian dari aktivitas belajar sehari-hari dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel