Hibata.id, Gorontalo – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mendorong turnamen sepak takraw antarklub menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus sarana membangun karakter, sportivitas, dan mental bertanding.
Sofyan menyampaikan hal itu saat menutup Turnamen Sepak Takraw Antarklub se-Kabupaten Gorontalo 2026 di Lapangan Takraw Usya, Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo, Selasa (15/9/2026).
Menurut dia, kompetisi olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Turnamen juga menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan, menghadapi tekanan pertandingan, serta belajar menghargai lawan.
“Kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Keberanian untuk bertanding, ketangguhan dalam menghadapi tekanan, serta kemampuan menghargai sesama adalah nilai-nilai besar yang harus kita bawa pulang,” kata Sofyan.
Pemkab Gorontalo Perkuat Pembinaan Atlet
Sofyan mengatakan Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan terus mendorong pembinaan olahraga secara berkelanjutan, termasuk melalui penyelenggaraan kompetisi antarklub.
Menurutnya, turnamen dapat memberikan kesempatan kepada atlet daerah untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengukur perkembangan mereka setelah menjalani latihan.
Ia berharap kompetisi sepak takraw melahirkan atlet dan tim yang memiliki kemampuan teknis, kekompakan, serta mental bertanding yang kuat.
“Kami akan terus mendorong pembinaan olahraga agar potensi generasi muda dapat tersalurkan dan terasah. Dari turnamen ini, saya berharap lahir tim-tim yang kuat, tangguh, kompak, dan memiliki mental juara,” ujarnya.
Sofyan juga memberikan bonus khusus untuk menambah motivasi pemain yang tampil pada pertandingan final. Bonus diberikan kepada tim yang berhasil memenangkan set pertama.
“Untuk menambah semangat juang para pemain, kami memberikan bonus khusus bagi tim yang berhasil merebut keunggulan di set pertama,” katanya.
Sepak Takraw Jadi Sarana Pembentukan Karakter
Selain meningkatkan kemampuan atlet, Sofyan menilai olahraga memiliki peran dalam membentuk karakter generasi muda.
Disiplin, kerja sama, ketangguhan, keberanian menghadapi tekanan, serta sikap menghargai lawan merupakan nilai yang dapat tumbuh melalui kompetisi olahraga.
Nilai-nilai tersebut, menurut dia, tidak hanya diperlukan ketika atlet berada di lapangan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo karena itu berharap turnamen sepak takraw antarklub terus menjadi bagian dari pembinaan olahraga daerah sekaligus membuka ruang bagi munculnya atlet-atlet muda berprestasi.












