Gorontalo, Hibata.id ā Pantai Bintalahe di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, memiliki potensi untuk dikembangkan.
Apalagi digunakan sebagai destinasi wisata pesisir dengan daya tarik pasir putih, panorama Teluk Tomini, snorkeling, diving, hingga pemandangan matahari terbenam.
Potensi tersebut bahkan telah menjadi objek kajian penataan kawasan wisata yang mengusung pendekatan ekologi arsitektur.
Salah satu konsep yang ditawarkan ialah pembangunan cottage di atas air dan vila di sekitar pantai untuk mendukung kebutuhan akomodasi wisatawan.
Kajian tersebut tidak hanya menyoroti pembangunan fasilitas, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan pesisir.
Pengembangan kawasan diarahkan agar tetap memperhatikan kondisi ekosistem laut dan lingkungan sekitar yang disebut masih relatif terjaga.
Dalam kajian penataan kawasan, Pantai Bintalahe disebut memiliki beragam daya tarik wisata, mulai dari aktivitas bermain air, snorkeling, diving hingga menikmati matahari terbenam.
Kawasan itu juga telah dilengkapi sejumlah fasilitas dan wahana, seperti jet ski, banana boat, rolling donut, perahu kaca, vila, peralatan diving serta gazebo.
Meski memiliki beragam daya tarik, pengembangan Pantai Bintalahe masih menghadapi sejumlah persoalan fasilitas.
Kajian tersebut mencatat belum tersedianya lahan parkir yang memadai, jalur pedestrian di sepanjang pantai, fasilitas bermain anak, area belanja yang nyaman serta ruang hiburan atau kegiatan festival.
Kondisi tersebut dinilai menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir tersebut.
Konsep ekologi arsitektur yang ditawarkan juga menempatkan pemilihan material sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan kawasan.
Material diarahkan agar lebih ramah lingkungan dengan mempertimbangkan kondisi ekosistem laut dan lingkungan sekitar.
Potensi Pantai Bintalahe juga pernah dikaji dari sisi kesesuaian wisata berenang.
Penelitian Universitas Negeri Gorontalo mencatat indeks kesesuaian wisata di Pantai Bintalahe berada pada kisaran 64,166 hingga 71,66 persen, yang masuk kategori sesuai bersyarat.
Penelitian tersebut menggunakan sejumlah parameter untuk menilai kesesuaian kawasan, antara lain kedalaman perairan, material dasar perairan, arus, gelombang, tipe pantai, lebar pantai, kecerahan air, keberadaan biota berbahaya, ketersediaan air tawar dan kemiringan pantai.
Kajian lain mengenai pengelolaan kawasan pesisir Bintalahe juga mengidentifikasi potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi pengembangan kawasan wisata.
Sementara itu, kawasan Bintalahe masih mendapat perhatian sebagai destinasi wisata. Pada 2025, media lokal menyoroti kawasan wisata dan vila Pasir Panjang di Desa Bintalahe yang menawarkan hamparan pasir putih, panorama Teluk Tomini serta suasana pepohonan di kawasan pesisir.
Potensi tersebut membuat pengembangan Bintalahe tidak hanya berkaitan dengan kegiatan rekreasi, tetapi juga membuka peluang keterlibatan masyarakat sekitar dalam aktivitas ekonomi wisata.
Dalam kajian penataan kawasan, pengembangan Pantai Bintalahe diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, memberikan dampak ekonomi bagi daerah serta membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Dengan potensi pesisir yang dimiliki, pengembangan Pantai Bintalahe membutuhkan keseimbangan antara peningkatan fasilitas wisata dan upaya mempertahankan karakter alam yang menjadi daya tarik kawasan tersebut.












