Hibata.id, Gorontalo – Media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata Hiu Paus Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Temuan tersebut berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis JAMBURA Volume 6 Nomor 1, Mei 2023.
Penelitian itu mengkaji pengaruh media sosial dan electronic word of mouth (e-WOM) terhadap daya tarik wisata Hiu Paus Botubarani.
Penelitian melibatkan 92 responden yang merupakan wisatawan atau pengunjung yang pernah mendatangi objek wisata Hiu Paus di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda.
Hasil analisis menunjukkan variabel media sosial memiliki koefisien regresi sebesar 0,584 dengan tingkat signifikansi 0,000.
Sementara variabel e-WOM memiliki koefisien 0,186 dengan tingkat signifikansi 0,036.
Kedua variabel tersebut memenuhi tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian sehingga dinyatakan memiliki pengaruh terhadap daya tarik wisata Hiu Paus Botubarani.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai tempat membagikan foto destinasi.
Informasi dan pengalaman yang muncul di platform digital turut menjadi bagian dari pertimbangan calon wisatawan.
Sejumlah indikator media sosial memperoleh penilaian tinggi dari responden, antara lain keterbukaan akun Instagram objek wisata sehingga dapat dilihat konsumen serta tampilan gambar dalam unggahan yang dinilai menarik dan mudah dipahami.
Temuan itu menunjukkan bahwa penyajian informasi visual melalui media sosial dapat membantu membentuk ketertarikan wisatawan terhadap destinasi Hiu Paus Botubarani.
Selain media sosial, penelitian juga menemukan pengaruh e-WOM terhadap daya tarik wisata.
Pernyataan positif dari calon pengunjung, pengunjung, maupun mantan pengunjung mengenai wisata Hiu Paus Botubarani di media sosial berkaitan dengan meningkatnya daya tarik wisata dalam model penelitian.
Meski kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan, penelitian tidak menempatkan media sosial dan e-WOM sebagai satu-satunya faktor yang menentukan daya tarik wisata Hiu Paus Botubarani.
Nilai Adjusted R Square sebesar 57,4 persen menunjukkan bahwa media sosial dan e-WOM mampu menjelaskan 57,4 persen variabilitas daya tarik wisata dalam model penelitian.
Dengan demikian, terdapat 42,6 persen variasi yang dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian.
Hal tersebut membuka kemungkinan adanya faktor lain yang turut memengaruhi ketertarikan wisatawan terhadap destinasi tersebut.
Ketika media sosial dan e-WOM diuji secara bersamaan, keduanya juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap daya tarik wisata.
Nilai F-hitung tercatat 61,711, lebih besar dibandingkan F-tabel 3,10.
Penelitian tersebut menyoroti perkembangan teknologi informasi yang membuat wisatawan semakin mudah mencari referensi perjalanan secara daring.
Foto, informasi, dan pengalaman pengunjung yang dibagikan melalui media sosial dapat menjadi bahan pertimbangan calon wisatawan sebelum menentukan tujuan perjalanan.
Temuan penelitian itu menunjukkan bahwa keberadaan daya tarik alam Hiu Paus Botubarani berjalan beriringan dengan bagaimana informasi mengenai destinasi tersebut disebarkan dan dibicarakan di ruang digital.
Penelitian menyimpulkan media sosial dan e-WOM secara positif dan signifikan memengaruhi daya tarik wisata Hiu Paus di Desa Botubarani.












