Hibata.id, Gorontalo – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi langsung menggenjot kinerja perangkat daerah dengan menekankan dua hal utama: peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belanja yang benar-benar tepat sasaran.
Penegasan itu ia sampaikan saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Kamis (22/4/2026), yang dihadiri seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam rapat tersebut, Sofyan tidak sekadar meminta laporan, tetapi mendorong evaluasi tajam terhadap capaian triwulan pertama 2026. Ia ingin setiap angka pendapatan dan belanja mencerminkan kerja nyata di lapangan.
“Rapim ini bukan sekadar rutinitas. Kita evaluasi betul kinerja tiga bulan terakhir, terutama pendapatan daerah dan realisasi belanja,” ujar Sofyan.
Ia meminta OPD tidak lagi bekerja dengan pola lama. Setiap program harus terukur, berdampak, dan langsung dirasakan masyarakat.
Menurutnya, potensi PAD dari pajak dan retribusi masih bisa dimaksimalkan. Karena itu, ia mendorong perangkat daerah bergerak lebih aktif menggali sumber pendapatan tanpa membebani masyarakat.
Di sisi lain, ia juga menyoroti belanja daerah yang harus lebih efisien dan tepat guna. “Jangan sampai anggaran habis, tapi dampaknya tidak jelas,” tegasnya.
Tidak hanya soal kinerja internal, rapat tersebut juga menyoroti agenda besar yang akan dihadapi Kabupaten Gorontalo dalam waktu dekat, yakni Pekan Nasional Tani dan Nelayan (PENAS) 2026.
Sebagai tuan rumah, Sofyan memastikan seluruh persiapan berjalan terkontrol. Ia memantau langsung perkembangan di lapangan, mulai dari infrastruktur, kesiapan lokasi, hingga koordinasi lintas sektor.
“Kesiapan PENAS kita pantau terus. Camat juga ikut melaporkan progres di wilayah masing-masing,” katanya.
Ia menegaskan, suksesnya PENAS bukan hanya soal acara, tetapi juga citra daerah. Karena itu, ia meminta semua pihak menjaga ketertiban dan keamanan, termasuk mengendalikan peredaran minuman beralkohol.
“Kita ingin tamu datang dengan nyaman dan pulang dengan kesan baik,” ujar Sofyan.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokal PENAS, Romy Syahrain, memastikan seluruh kebutuhan teknis terus dipacu. Panitia menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang kelancaran kegiatan berskala nasional tersebut.
Sejumlah lokasi telah ditetapkan, di antaranya GOR, Gedung Kasmat, Gedung Universitas Gorontalo, serta beberapa ruang pertemuan di lingkungan pemerintah daerah.
“Kami fokus pada kesiapan sarana dan prasarana, termasuk akomodasi dan tempat pertemuan peserta,” kata Romy.
Ia menambahkan, kawasan Taman Budaya Limboto juga akan menjadi pusat aktivitas selama PENAS berlangsung. Lokasi ini akan diisi dengan galeri UMKM dan pusat kuliner untuk menyambut para tamu dari berbagai daerah.
“Di sana nanti ada galeri UMKM dan kuliner. Jadi bukan hanya kegiatan utama, tapi juga pengalaman daerah yang kita tampilkan,” ujarnya.
Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo mempertegas arah kerja ke depan: kinerja yang terukur, pelayanan yang berdampak, dan kesiapan maksimal sebagai tuan rumah PENAS 2026.












