Hibata.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat sebagai langkah menghadapi maraknya pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga praktik judi online yang semakin mudah menjangkau masyarakat melalui platform digital.
Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, saat membuka kegiatan Literasi Keuangan dalam rangka Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurut Sugondo, perkembangan teknologi digital telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam mengakses layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko apabila tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang pengelolaan keuangan.
“Jika tidak dibekali literasi yang baik, masyarakat berpotensi terjebak pada pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga judi online yang saat ini menjadi perhatian bersama,” kata Sugondo.
Ia menilai literasi keuangan merupakan benteng utama untuk melindungi masyarakat dari berbagai risiko tersebut. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi penipuan, memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan, serta mengambil keputusan finansial secara bijak dan bertanggung jawab.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendukung penuh pelaksanaan GENCARKAN sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih cerdas dan adaptif dalam mengelola keuangan di era digital.
Menurut Sugondo, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang produk dan layanan keuangan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku agar masyarakat lebih bijaksana dalam mengelola pendapatan, berinvestasi, maupun memanfaatkan fasilitas pembiayaan.
“Pemerintah daerah mendukung penuh GENCARKAN 2026 agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan mengelola keuangan dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman,” ujarnya.
Ia berharap edukasi keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, Robert H.P. Sianipar, mengatakan tingkat literasi keuangan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius.
Berdasarkan hasil survei nasional terbaru, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sebesar 66,46 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen.
Menurut Robert, data tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan berkembang lebih cepat dibandingkan tingkat pemahaman mereka terhadap produk dan layanan yang digunakan.
“Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Robert.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan lembaga jasa keuangan, program GENCARKAN diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus menjadi langkah preventif untuk menekan praktik pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan judi online yang terus mengintai di ruang digital.












