Hibata.id – Respons cepat ditunjukkan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, terhadap keluhan warga mengenai tumpukan eceng gondok yang menyumbat aliran Sungai Bulango di wilayah Kelurahan Biawu dan Biawao.
Belum genap 24 jam setelah aduan disampaikan, alat berat milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II langsung diterjunkan untuk membersihkan tanaman liar yang selama ini menghambat aliran sungai dan dikhawatirkan memicu banjir.
Keluhan tersebut sebelumnya disampaikan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Biawu dan Biawao dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Gorontalo yang dipimpin Wali Kota Adhan Dambea di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu malam, 3 Juni 2026.
Menanggapi laporan tersebut, Adhan segera menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan BWS Sulawesi II guna mempercepat penanganan masalah yang telah lama menjadi keresahan warga.
Ketua LPM Biawao, Rivaldy Bau, mengatakan Wali Kota Gorontalo langsung meminta pihaknya mengirimkan surat resmi kepada Balai Sungai sebagai dasar tindak lanjut.
“Pak Wali menyampaikan agar segera menyurat ke Balai Sungai untuk langkah penanganan. Beliau juga mengatakan akan langsung menindaklanjutinya melalui komunikasi lewat telepon,” ujar Rivaldy.
Menurut dia, komunikasi yang dilakukan Wali Kota membuahkan hasil dalam waktu singkat. Keesokan harinya, alat berat berupa excavator sudah mulai beroperasi membersihkan eceng gondok yang menutupi aliran Sungai Bulango.
Pembersihan difokuskan pada kawasan sungai yang membentang dari muara hingga wilayah Kota Selatan, khususnya di Kelurahan Biawu dan Biawao yang selama ini terdampak penyumbatan aliran air.
Rivaldy mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Gorontalo yang dinilainya menunjukkan keseriusan dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan tindakan cepat Pak Wali Kota. Keluhan warga yang selama ini disampaikan langsung mendapatkan tindak lanjut sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua LPM Biawu, Dedy Makuta. Ia menilai respons cepat tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Dedy, masalah eceng gondok yang menutupi aliran Sungai Bulango bukan persoalan baru. Namun selama bertahun-tahun, keluhan warga belum pernah mendapatkan penanganan secepat yang terjadi saat ini.
“Selama bertahun-tahun persoalan ini menjadi keluhan masyarakat. Alhamdulillah kali ini mendapat respons yang sangat cepat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota yang telah berkomunikasi langsung dengan Balai Sungai sehingga penanganan dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Warga berharap pembersihan eceng gondok dapat mengembalikan kelancaran aliran Sungai Bulango, sekaligus mengurangi risiko banjir dan dampak lingkungan lainnya yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat yang bermukim di bantaran sungai.
Langkah cepat tersebut dinilai menjadi contoh bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan instansi teknis dapat menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.












