Hibata.id, Balige-Toba – Bencana hidrometeorologi tidak hanya meninggalkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, investasi, pelayanan publik, konektivitas wilayah, hingga keberlanjutan pembangunan.(22/07/2026).
Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan yang adaptif, mampu mengambil keputusan strategis, dan menggerakkan kolaborasi berbagai pihak agar pemulihan tidak sekadar mengembalikan kondisi daerah, tetapi sekaligus membangun ketangguhan dan menjaga daya saing.
Tantangan inilah yang menjadi bagian penting pembelajaran dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 yang diselenggarakan BPSDM Provinsi Sumatera Utara.
PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 diikuti para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dari berbagai instansi, antara lain Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Pemerintah Kabupaten Kepahiang, serta instansi vertikal termasuk Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
PKN tahun ini mengangkat tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi dan Daya Saing Daerah”, sebagai kerangka pembelajaran untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis dalam menghadapi kompleksitas pembangunan dan kebencanaan.
Proses PKN Tingkat II berlangsung melalui tahapan pembelajaran yang saling terhubung, mulai dari pendalaman agenda kepemimpinan strategis, analisis lingkungan strategis dan permasalahan organisasi, hingga pengembangan gagasan perubahan pada instansi masing-masing.
Pembelajaran kemudian memasuki tahapan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) untuk mempertemukan konsep dengan praktik nyata di lapangan. Pada 20–23 Juli 2026, VKN dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kelompok 3, di bawah bimbingan Dr. Hyronimus Ghodang, M.Si., M.Psi., mendalami subtema keempat “Kolaborasi Multipihak untuk Daya Saing Daerah” dengan lokus pembelajaran di BAPPEDA Kabupaten Tapanuli Selatan.
Melalui VKN, peserta tidak hanya melihat bagaimana Kabupaten Tapanuli Selatan merespons dampak bencana, tetapi juga menggali bagaimana kolaborasi diorkestrasi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan daya saing daerah.
Sejumlah praktik baik ditemukan, terutama dalam mengintegrasikan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi ke dalam perencanaan pembangunan serta membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Peserta juga mengidentifikasi tantangan dan ruang yang masih perlu diperkuat, antara lain integrasi data dan perencanaan, kesinambungan koordinasi lintas sektor, dukungan pembiayaan pemulihan, serta keberlanjutan kolaborasi multipihak.
Temuan tersebut dirumuskan menjadi lesson learned dan rekomendasi Kelompok 3 untuk mendorong pemulihan pascabencana yang tidak berhenti pada membangun kembali, tetapi bergerak menuju daerah yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Kabupaten Asahan turut berpartisipasi dalam PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026, termasuk rangkaian Visitasi Kepemimpinan Nasional, melalui tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, yaitu Suherman Siregar, S.STP., M.M., Kepala BPSDM Kabupaten Asahan; Jutawan Sinaga, S.STP., M.AP., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan; serta Albert Butar-Butar, S.H., M.M., Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asahan.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan strategis sekaligus memperluas perspektif dalam membangun kolaborasi, meningkatkan ketangguhan daerah, dan menjaga daya saing pembangunan untuk selanjutnya dapat diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik Kabupaten Asahan.(L/ANT)












