Kabar

Kasus Kekerasan Tinggi, Dinas PPA Gorontalo Lebih Banyak Hura-Hura

×

Kasus Kekerasan Tinggi, Dinas PPA Gorontalo Lebih Banyak Hura-Hura

Sebarkan artikel ini
Kantor Dinas PPA Gorontalo/Hibata.id
Kantor Dinas PPA Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo masih tinggi.

Namun, arah belanja anggaran justru dinilai belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan.

Scroll untuk baca berita

Sepanjang Januari hingga September 2025, tercatat 305 kasus kekerasan.

Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cerminan situasi yang masih jauh dari kata aman bagi perempuan dan anak.

Di tengah kondisi itu, DPRD Provinsi Gorontalo menyoroti penggunaan anggaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA).

Baca Juga:  Bocoran Kenaikan Gaji ASN 2025, Pemerintah Siapkan Skema Baru

Panitia Khusus (Pansus) menemukan alokasi anggaran belum optimal, bahkan sebagian masih mengalir ke kegiatan seremonial.

Ketua Pansus, Sun Biki, menegaskan anggaran seharusnya diarahkan pada program yang berdampak langsung.

“Yang dibutuhkan itu pendampingan korban, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujarnya.

Kritik ini menyasar langsung arah kebijakan pemerintah daerah. DPRD menilai kebutuhan mendesak seperti layanan psikologis, bantuan hukum, hingga perlindungan berkelanjutan belum menjadi prioritas utama.

Baca Juga:  Paket MBG Ramadhan di Pohuwato Tuai Kritik, Anggaran Diminta Diperjelas

Di lapangan, korban membutuhkan kehadiran negara yang nyata—bukan sekadar agenda formal.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas PPA Gorontalo, Yana Suleman, menyatakan pihaknya siap melakukan evaluasi.

“Ke depan, kami fokus pada program yang berdampak langsung. Kegiatan seremonial akan kami kurangi,” katanya, Rabu (29/4/2026).

Ia memastikan penguatan layanan pendampingan korban, baik secara psikologis maupun hukum, akan menjadi prioritas.

Baca Juga:  Buka Musda SMSI, Wagub Gorontalo Tekankan Pentingnya Kritik yang Konstruktif

Selain itu, pemberdayaan ekonomi bagi perempuan penyintas juga akan didorong.

Meski begitu, DPRD mengingatkan bahwa pernyataan tidak cukup tanpa langkah nyata.

Tanpa perubahan arah kebijakan yang jelas, angka kekerasan dikhawatirkan hanya akan terus berulang—sementara korban terus bertambah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel