Kabar

NTP Gorontalo Turun pada Juli, Pemprov Justru Sebut Petani Tidak Merugi

×

NTP Gorontalo Turun pada Juli, Pemprov Justru Sebut Petani Tidak Merugi

Sebarkan artikel ini
Petani sedang membersihkan sawahnya. Gambar oleh Mufid Majnun dari Pixabay
Petani sedang membersihkan sawahnya. Gambar oleh Mufid Majnun dari Pixabay

Hibata.id – Nilai Tukar Petani (NTP) Gorontalo mengalami penurunan pada Juli 2026. Namun, Pemerintah Provinsi Gorontalo menyebut penurunan tersebut tidak serta-merta menunjukkan petani mengalami kerugian atau penurunan kesejahteraan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo Muljady Mario mengatakan penurunan NTP lebih banyak dipengaruhi meningkatnya pengeluaran rumah tangga petani, bukan karena anjloknya pendapatan dari sektor pertanian.

“Pengeluaran rumah tangga sekarang sedang tinggi, bukan masalah pertaniannya,” kata Muljady, Kamis, 6 Agustus 2026.

NTP merupakan indikator yang membandingkan indeks harga yang diterima petani dari hasil produksi dengan indeks harga yang harus dibayar untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi.

Baca Juga:  Pohuwato Half Marathon Membawa Maut, BSG Bicara Takdir

Menurut Muljady, peningkatan pengeluaran rumah tangga petani pada Juli berkaitan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Kebutuhan membeli buku, seragam, sepatu, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya turut meningkatkan beban pengeluaran keluarga petani.

“Produksi dan hasil tetap tinggi, tetapi pengeluaran juga naik,” ujarnya.

Kondisi tersebut berbeda dengan Juni 2026. Saat itu, NTP Gorontalo disebut meningkat sekitar 7 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan timur Indonesia.

Muljady mengatakan NTP merupakan indikator yang dinamis karena mengikuti pergerakan pendapatan dan pengeluaran petani. Karena itu, perubahan NTP dalam satu bulan tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran untuk menyimpulkan kondisi kesejahteraan petani.

Baca Juga:  Terungkap!, Pemprov Gorontalo Justru Mau Beli Mobil Dinas Sebesar Rp5,7 Miliar Ditengah Efisiensi Anggaran

“Dia fluktuatif, merekam pergerakan antara pendapatan dan pengeluaran,” katanya.

Produksi Pertanian Disebut Masih Terjaga

Muljady memastikan penurunan NTP pada Juli bukan disebabkan oleh penurunan produksi pertanian. Menurut dia, dampak perubahan cuaca terhadap sektor pertanian baru dapat terlihat dalam beberapa bulan mendatang.

“Kalau melihat faktor pertanian, harus melihat tiga sampai empat bulan ke depan,” ujarnya.

Saat ini, produksi padi di Gorontalo telah melewati masa panen. Sementara panen jagung diperkirakan berlangsung pada akhir Agustus hingga September.

Jika musim kemarau memberikan tekanan terhadap sektor pertanian, dampaknya diperkirakan baru terlihat pada periode berikutnya, baik melalui perubahan hasil panen maupun gangguan produksi.

Baca Juga:  PLN Nusantara Power Gorontalo Gandeng Tanggidaa Group Kembangkan Budidaya Maggot

Untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus daya beli masyarakat, Pemprov Gorontalo menyiapkan bantuan pangan dan gerakan pangan murah. Dalam program tersebut, distributor dilibatkan untuk menjual sejumlah kebutuhan pokok sesuai harga acuan atau di bawah harga pasar.

Menurut Muljady, NTP Gorontalo yang masih berada di kisaran 123 menunjukkan sektor pertanian masih memiliki daya tahan.

“Artinya, usaha tani masih bisa dijadikan pegangan hidup bagi masyarakat,” ujarnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel