Kabar

Presiden dan Kapolri Hadir di Gorontalo, Tambang Ilegal Jalan Terus

×

Presiden dan Kapolri Hadir di Gorontalo, Tambang Ilegal Jalan Terus

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo/(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo/(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Hibata.id, Gorontalo – Sebagian warga Gorontalo tengah bersolek menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam agenda Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII.

Pengamanan diperketat, tamu-tamu penting berdatangan, dan jalan-jalan mulai terlihat lebih rapi dari biasanya.

Scroll untuk baca berita

Sejumlah gubernur, bupati hingga menteri dikabarkan sudah berada di Gorontalo.

Bahkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga dikabarkan akan turut hadir mendampingi Presiden dalam agenda nasional tersebut.

Namun di tengah hiruk-pikuk penyambutan orang nomor satu di Indonesia itu, sebagian warga justru punya “oleh-oleh cerita” yang ingin disampaikan kepada Presiden.

Bukan soal hotel, bukan soal konsumsi, apalagi soal cuaca. Yang ramai dibicarakan justru Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih menjadi pekerjaan rumah panjang di Gorontalo.

Baca Juga:  Link Resmi Mudik Gratis Pemprov DKI dan Syarat Lengkap, Kuota Terbatas!

Bagi masyarakat, PETI sudah seperti sinetron yang episodenya tidak kunjung tamat. Ketika satu lokasi ditertibkan, muncul lokasi lain.

Ketika alat berat diamankan, muncul lagi kabar alat berat baru. Bahkan terkadang warga lebih cepat mengetahui lokasi tambang baru dibanding pengumuman resmi penindakan.

Padahal PETI yang tersebar di Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Boalemo hingga Pohuwato ini dampaknya tidak main-main.

Mulai dari kerusakan lingkungan, longsor yang memakan korban jiwa, konflik antarwarga, hingga dugaan penyelundupan BBM subsidi yang diduga mengalir ke kawasan tambang ilegal.

Belum lagi kubangan bekas tambang yang saat musim hujan berubah menjadi kolam-kolam baru tanpa tiket masuk.

Bedanya, kolam ini bukan tempat wisata, melainkan berpotensi menjadi sumber penyakit dan mengganggu aktivitas pertanian masyarakat.

Baca Juga:  Gorontalo Cetak Sejarah, Kampung Nelayan Modern Pertama Diresmikan Presiden

Di sejumlah wilayah, warga juga mengeluhkan lahan pertanian yang terdampak aktivitas tambang.

Ada yang mengaku hasil panennya menurun, ada pula yang khawatir terhadap kerusakan hutan dan kawasan lindung yang semakin meluas.

Ironisnya, persoalan tersebut masih terus menjadi pembahasan dari tahun ke tahun.

Padahal Presiden Prabowo pernah menegaskan bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum.

“Tidak ada yang kebal hukum, termasuk jenderal-jenderal pun tidak boleh kebal hukum,” tegas Presiden Prabowo dalam salah satu pernyataannya.

Kalimat itu hingga kini masih sering diingat masyarakat Gorontalo.

Terutama ketika melihat aktivitas PETI yang disebut masih berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk yang diduga menggunakan alat berat.

Warga berharap kedatangan Presiden ke Gorontalo bukan hanya membawa semarak acara PENAS XVII, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat lebih dekat persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Baca Juga:  Siapa Florencia Lolita? Pramugari yang Kini Teridentifikasi dalam Tragedi ATR 42-500

Sebab bagi masyarakat, keberhasilan pembangunan bukan hanya soal ramainya acara dan banyaknya pejabat yang datang, tetapi juga ketika hukum berjalan tanpa pilih-pilih dan lingkungan tetap terjaga.

Kini masyarakat menunggu, apakah kunjungan Presiden kali ini hanya meninggalkan jejak iring-iringan kendaraan dinas, atau juga membawa harapan baru bagi penyelesaian persoalan PETI di Gorontalo.

Yang pasti, ketika Presiden dan Kapolri datang, warga berharap radar pemerintah tidak hanya menangkap sinyal acara seremonial.

Tetapi juga menangkap suara masyarakat yang selama ini terus meminta agar tambang ilegal benar-benar ditangani sampai ke akarnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel