Kabar

Usai PENAS, Gorontalo Kebanjiran Hadiah: Mentan Berikan Rp53 Miliar untuk Petani

×

Usai PENAS, Gorontalo Kebanjiran Hadiah: Mentan Berikan Rp53 Miliar untuk Petani

Sebarkan artikel ini
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Kepala Dinas Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo saat menemui Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Jakarta. Foto: Diskominfotik
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Kepala Dinas Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo saat menemui Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Jakarta. Foto: Diskominfotik

Hibata.id, Gorontalo Kalau biasanya selesai pesta tinggal menyisakan sampah dan rasa lelah, cerita di Gorontalo justru berbeda.

Baru saja sukses menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII, provinsi ini langsung mendapat “oleh-oleh” senilai Rp53 miliar dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Scroll untuk baca berita

Kabar tersebut disampaikan Mentan saat bertemu Gubernur Gorontalo pada Rabu pagi (1/7/2026).

Pertemuan itu menjadi tindak lanjut atas suksesnya penyelenggaraan PENAS XVII yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Di hadapan pemerintah daerah, Mentan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, dan seluruh masyarakat yang dinilai berhasil menyelenggarakan agenda nasional tersebut.

Baca Juga:  KUR BRI 2026 Dirilis, Bunga Ringan 3–6 Persen Buka Akses Modal UMKM

Bukan hanya ucapan terima kasih, Kementerian Pertanian juga membawa paket bantuan tambahan senilai Rp53 miliar untuk memperkuat sektor pertanian di Gorontalo.

Bantuan itu terdiri atas 20 unit hand traktor, masing-masing 10 unit untuk Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Provinsi Gorontalo dan 10 unit untuk Kabupaten Gorontalo.

Pemerintah juga menambah bantuan budidaya padi seluas 10.000 hektare serta benih jagung hibrida untuk lahan seluas 40.000 hektare.

Tak berhenti di situ, Mentan juga mengumumkan kabar yang menjadi kebanggaan Gorontalo.

Teknologi budidaya padi PM-AAS yang pertama kali diperkenalkan pada lokasi gelar teknologi PENAS XVII di Gorontalo akan direplikasi secara nasional dengan target pengembangan mencapai 1 juta hektare.

Baca Juga:  Anggota Koperasi Tani Plasma Amanah Tolak Pelaksanaan RAT

Artinya, inovasi yang lahir dari Gorontalo kini diproyeksikan menjadi salah satu model pengembangan budidaya padi di berbagai daerah Indonesia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, mengatakan tambahan bantuan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pertanian di Gorontalo.

“Keberhasilan PENAS XVII merupakan hasil kerja bersama. Tambahan bantuan ini akan segera kami manfaatkan untuk memperkuat sarana produksi petani, mulai dari alat mesin pertanian hingga perluasan areal tanam padi dan jagung,” katanya.

Baca Juga:  Intervensi Kotor Kesbangpol Bolmut Picu Polemik Seleksi Paskibraka

Menurut Muljady, pengembangan teknologi PM-AAS ke tingkat nasional menjadi kebanggaan tersendiri karena inovasi itu pertama kali dikenalkan kepada publik melalui Gorontalo.

“Kami akan terus mendukung program strategis Kementerian Pertanian serta memastikan seluruh bantuan dapat dimanfaatkan petani secara optimal untuk meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.

PENAS XVII bukan hanya meninggalkan jejak sebagai ajang pertemuan petani dan nelayan se-Indonesia. Bagi Gorontalo, kegiatan itu juga menjadi pintu masuk tambahan dukungan pemerintah pusat sekaligus panggung lahirnya inovasi pertanian yang kini dipersiapkan untuk diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel