Kabar

Wisatawan ke Gorontalo Meningkat, Hunian Hotel Berbintang Justru Sepi

×

Wisatawan ke Gorontalo Meningkat, Hunian Hotel Berbintang Justru Sepi

Sebarkan artikel ini
ASTON Gorontalo Hotel & Villas, salah satu Hotel di Kota Gorontalo. Foto: Istimewa/Hibata.id
ASTON Gorontalo Hotel & Villas, salah satu Hotel di Kota Gorontalo. Foto: Istimewa/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Ada fenomena menarik yang terjadi di sektor pariwisata Gorontalo sepanjang Mei 2026.

Ketika jumlah wisatawan terus bertambah hingga mendekati setengah juta perjalanan, kamar-kamar hotel berbintang justru belum ikut ramai terisi.

Scroll untuk baca berita

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo menunjukkan 482.466 perjalanan wisatawan nusantara tercatat selama Mei 2026.

Angka tersebut meningkat 6,11 persen dibandingkan April 2026, bahkan tumbuh 11,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun peningkatan mobilitas wisatawan itu belum mampu mengerek tingkat okupansi hotel berbintang.

BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Gorontalo justru turun menjadi 32,44 persen, atau berkurang 2,05 poin dibandingkan April yang mencapai 34,49 persen.

Artinya, dari setiap 100 kamar hotel berbintang yang tersedia, hanya sekitar 32 kamar yang terisi sepanjang Mei.

Baca Juga:  Cara Cek Penerima BSU Juli 2025: Syarat, Jadwal dan Link Resmi

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan menarik. Ke mana sebenarnya para wisatawan itu menginap?

Data BPS memberi petunjuk. Berbeda dengan hotel berbintang, tingkat hunian hotel nonbintang dan akomodasi lainnya justru meningkat menjadi 22,39 persen, naik dari 19,83 persen pada April.

Kondisi ini mengindikasikan sebagian wisatawan mulai memilih penginapan yang lebih ekonomis atau akomodasi alternatif dibanding hotel berbintang.

Perubahan pola perjalanan juga terlihat dari lamanya wisatawan menginap.

Rata-rata tamu hotel berbintang hanya menghabiskan waktu satu malam, turun dari 1,62 malam pada bulan sebelumnya.

Dengan kata lain, sebagian besar tamu datang, menginap semalam, lalu melanjutkan perjalanan pada hari berikutnya.

Sebaliknya, tamu asing yang memilih hotel nonbintang justru bertahan lebih lama. Rata-rata mereka menginap hingga 4,14 malam, jauh lebih panjang dibanding tamu domestik yang hanya sekitar satu malam.

Baca Juga:  Bikin Penasaran, 3 Agenda Besar Gorontalo yang Diminta Gusnar ke Kader HMI

Bila dilihat dari sebaran daerah, Kabupaten Pohuwato mencatat tingkat hunian hotel tertinggi di Gorontalo dengan 35,07 persen, disusul Kota Gorontalo sebesar 25,95 persen.

Sementara Kabupaten Gorontalo masih menjadi wilayah dengan tingkat hunian terendah, yakni 10,16 persen.

Di tingkat nasional, posisi Gorontalo juga masih tertinggal. Saat rata-rata okupansi hotel berbintang Indonesia mencapai 50,76 persen, hotel berbintang di Gorontalo baru berada di angka 32,44 persen.

Bahkan Bali mencatat tingkat hunian tertinggi sebesar 61,16 persen, hampir dua kali lipat dibanding Gorontalo.

Meski demikian, geliat perjalanan masyarakat menunjukkan tren yang menggembirakan. Dari total 482.466 perjalanan selama Mei 2026, sebanyak 399.096 perjalanan merupakan perjalanan antarkabupaten dan kota di dalam Gorontalo atau meningkat 8,29 persen dibandingkan April.

Baca Juga:  Kasus 7 Excavator PETI DAM Hulawa Mandek, Pertanyakan Keseriusan Polisi

Sementara perjalanan dari luar provinsi menuju Gorontalo tercatat 83.370 perjalanan.

Secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Gorontalo meningkat 17,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data tersebut menggambarkan bahwa minat masyarakat untuk bepergian ke maupun di dalam Gorontalo terus tumbuh.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana peningkatan jumlah perjalanan itu dapat dikonversi menjadi lebih banyak malam menginap sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi hotel, pelaku usaha wisata, restoran, hingga sektor usaha mikro di daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel