Kabar

APPL Desak Hentikan Penggunaan Alat Berat di PETI Pohuwato, Tapi Lindungi Penambang Tradisional

×

APPL Desak Hentikan Penggunaan Alat Berat di PETI Pohuwato, Tapi Lindungi Penambang Tradisional

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum (Ketum) terpilih Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Pohuwato Aswad Lihawa. (Foto: Dok. Pribadi)
Ketua Umum (Ketum) terpilih Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Pohuwato Aswad Lihawa. (Foto: Dok. Pribadi)

Hibata.id – Ketua Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPL) Kabupaten Pohuwato, Aswad Lihawa, kembali menyoroti maraknya penggunaan alat berat, khususnya excavator, dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Pohuwato. Menurutnya, keberadaan alat berat bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup para penambang tradisional.

Aswad menegaskan bahwa penambang lokal sejati di Pohuwato tidak pernah bergantung pada excavator. Sejak lama, mereka menjalankan aktivitas tambang secara tradisional dengan mengandalkan tenaga manusia serta kearifan lokal yang lebih ramah terhadap lingkungan.

Scroll untuk baca berita

“Ketika excavator disingkirkan dari tambang ilegal, para penambang tradisional tidak akan mati kelaparan. Mereka tetap bisa bertahan hidup dengan cara menambang yang sederhana, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Aswad.

Baca Juga:  Wakil Gubernur Gorontalo Dukung Temu Jurnalis 2026

Ia juga mengkritik sebagian penambang yang terlalu bergantung pada alat berat dan menganggap ketiadaannya sebagai musibah besar. “Penambang yang mengeluh saat excavator ditarik itu terlalu manja. Mereka terbiasa dengan hal instan. Jika benar-benar penambang asli Pohuwato, mestinya bersyukur karena tambang manual bisa kembali hidup dan lestari,” tambahnya.

Baca Juga:  Kuasa Hukum ASN Gorut: Ada Dugaan Penggunaan Mahar di Luar Kesepakatan

Namun, Aswad menyayangkan bahwa suara-suara kritis terhadap penggunaan alat berat sering kali dibungkam dan dianggap mengganggu. Padahal, menurutnya, seruan itu lahir dari kepedulian terhadap masa depan daerah.

“Penggunaan excavator dalam skala besar tidak hanya ilegal, tetapi juga mempercepat kerusakan lingkungan yang bisa mengakibatkan bencana ekologis. Longsor, banjir, dan pencemaran bisa menjadi realita sehari-hari jika ini terus dibiarkan,” tegasnya.

APPL menyerukan kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera menghentikan praktik tambang ilegal yang menggunakan alat berat. Mereka juga meminta dukungan penuh bagi para penambang tradisional yang telah lama menjaga kelestarian alam melalui praktik tambang yang lebih beretika dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Wahyu Moridu Gugat Mendagri ke PTUN Usai Viral 'Rampok Uang Negara'

“Kami percaya, masyarakat Pohuwato mampu membedakan mana aktivitas tambang yang merusak dan mana yang menjaga. Saatnya kita dukung tambang yang adil dan berkelanjutan—bukan yang hanya menguntungkan segelintir orang, tetapi menghancurkan masa depan bersama,” tutup Aswad.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel