Hibata.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui panitia Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 memberikan klarifikasi terkait sorotan publik atas desain medali ajang lari tersebut. Sorotan muncul karena medali kategori 21K, 10K, dan 5K memuat nama Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di bagian belakangnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo sekaligus Ketua Panitia GHM 2025, Danial Ibrahim, menjelaskan pencantuman nama kepala daerah pada medali, piagam, atau sertifikat adalah praktik standar kegiatan resmi pemerintah daerah.
“Ini bukan personal branding. Pencantuman nama Gubernur adalah bagian dari filosofi desain medali dalam setiap event resmi pemerintah,” tegas Danial dalam rilis pers, Selasa (18/11/2025).
Menurut Danial, nama Gubernur pada medali menegaskan identitas resmi penyelenggara, legitimasi pemerintah daerah, dan penghormatan institusional terhadap pemimpin daerah. Ia juga menegaskan bahwa GHM 2025 merupakan agenda resmi dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Gorontalo ke-25.
Selain isu nama, panitia menegaskan kualitas medali mengusung standar premium. Terbuat dari Zinc Alloy dengan bobot 200 gram, medali memiliki finishing kuning emas, dimensi besar, tebal, serta motif lokal dan siluet hiu paus sebagai ikon wisata Gorontalo. Panitia mengklaim desain setara medali marathon kelas dunia.
Danial menyatakan, kritik dan masukan masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Proses produksi medali telah rampung, dan medali akan dibagikan kepada peserta yang berhasil menyelesaikan lomba pada 7 Desember 2025.
“Kami ingin setiap pelari merasa bangga. Medali ini bukan hanya simbol finish, tetapi juga simbol kebanggaan Gorontalo,” ujar Danial.















