Hibata.id – Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan jatuh di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya hilang kontak saat penerbangan menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).
Dalam pesawat tersebut terdapat 11 orang yang terdiri atas delapan kru dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pesawat jenis ATR 42 dengan registrasi PK-THT terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat lepas landas pukul 09.08 WITA dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 12.22 WITA.
Saat memasuki wilayah udara Makassar, petugas Air Traffic Control (ATC) Makassar Radar melaporkan pesawat hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA.
Pesawat terakhir terpantau berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Lokasi tersebut berada di sekitar kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Sebelum kontak terputus, ATC Makassar sempat mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan pendaratan di Runway 21.
Pesawat diminta melakukan intercept Instrument Landing System (ILS) melalui Openg pada ketinggian 5.300 kaki. Namun, pesawat diketahui melewati titik yang telah ditentukan.
Petugas ATC kemudian kembali memberikan arahan menuju jalur akhir pendaratan. Setelah beberapa kali instruksi arah terbang diberikan, pesawat tidak lagi merespons panggilan petugas.
Upaya pemanggilan melalui APP dan TWR telah dilakukan, namun tidak mendapat jawaban dari pesawat.
Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan hilang kontak.
Basarnas Makassar berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuh pesawat.
Delapan kru yang berada di dalam pesawat, yaitu:
- Capt Andy Dahananto
- FO Yudha Mahardika
- Capt Sukardi
- FO Hariadi
- Frankyd Tanamal
- Junaidi
- Florencia Lolita S
- Esther Aprilita S
Selain kru, terdapat tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni:
- Ferry Irawan, Analis Kapal Pengawas
- Deden Mulyana, Pengelola Barang Milik Negara
- Yoga Naufal, Operator Foto Udara













