Scroll untuk baca berita
Kab. Gorontalo

Kolaborasi Pemkab–Kejari, Pasar Murah Disiapkan untuk 19 Kecamatan

×

Kolaborasi Pemkab–Kejari, Pasar Murah Disiapkan untuk 19 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggulirkan Program Pasar Murah Bersubsidi (PARAS ST) menjelang Ramadan di halaman Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: Istw)
Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggulirkan Program Pasar Murah Bersubsidi (PARAS ST) menjelang Ramadan di halaman Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: Istw)

Hibata.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggulirkan Program Pasar Murah Bersubsidi (PARAS ST) menjelang Ramadan. Kegiatan itu digelar di halaman Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Selasa, 3 Maret 2026, sebagai bagian dari sinergi lintas instansi menjaga stabilitas harga pangan.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengatakan kolaborasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, termasuk kejaksaan, diperlukan untuk memastikan distribusi pangan tepat sasaran dan transparan. “Stabilitas harga adalah bentuk perlindungan sosial. Pemerintah harus hadir memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya, terutama di bulan Ramadan,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Jalani Prosesi Adat Mopotilolo, Simbol Restu Masyarakat

Program PARAS ST menargetkan 19 kecamatan dengan total 19 ribu paket bersubsidi. Komoditas yang disalurkan meliputi beras, bawang merah, cabai rawit, dan minyak goreng—bahan pokok yang cenderung mengalami kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.

Untuk memperkuat pasokan, pemerintah daerah menggandeng ritel nasional seperti Alfamart dan Indomaret, serta pelaku usaha di sektor gula, perikanan, dan peternakan.

Baca Juga:  Bupati Sofyan Puhi Jadi Peserta Pertama Ambil Race Pack Restorasi Run 2025

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Viktor Asiku, menyebut PARAS ST sebagai instrumen intervensi pasar untuk menahan laju inflasi daerah. Menurut dia, setiap paket mendapat subsidi lebih dari 50 persen.

Harga normal satu paket di pasaran mencapai Rp 134.500. Melalui program ini, masyarakat cukup membayar Rp 60 ribu. Pemerintah daerah menanggung subsidi Rp 74.500 per paket atau sekitar 55,39 persen dari harga pasar.

“Ini langkah konkret pengendalian inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Viktor.

Baca Juga:  Sugondo Makmur Sambut Safari Ramadhan Gubernur Gusnar di Limboto

Sofyan juga mengapresiasi dukungan DPRD Kabupaten Gorontalo dalam penganggaran program tersebut. Ia menilai sinergi eksekutif dan legislatif menjadi fondasi penting menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Dengan pola subsidi itu, pemerintah berharap gejolak harga menjelang Idul Fitri dapat ditekan, sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi hingga hari raya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel