Scroll untuk baca berita
Kabar

Kasus Kematian di Tambang Bulangita Tunggu Hasil Otopsi, PETI Tetap Berjalan

×

Kasus Kematian di Tambang Bulangita Tunggu Hasil Otopsi, PETI Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini
Polres Pohuwato menyelidiki kematian Mahmud Lihawa di lokasi tambang Bulangita. Polisi menunggu hasil otopsi dari RS Bumi Panua untuk memastikan penyebab kematian/Hibata.id
Polres Pohuwato menyelidiki kematian Mahmud Lihawa di lokasi tambang Bulangita. Polisi menunggu hasil otopsi dari RS Bumi Panua untuk memastikan penyebab kematian/Hibata.id

Hibata.id – Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato masih menyelidiki kasus kematian Mahmud Lihawa yang ditemukan di lokasi tambang Bulangita, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Keluarga korban bersama warga setempat telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Pohuwato. Mereka juga meminta pihak berwenang melakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian korban secara medis.

Seorang warga yang merupakan kerabat dekat korban mengatakan bahwa sejak malam sebelumnya keluarga telah menempuh langkah hukum dengan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

“Kami sejak semalam mendampingi keluarga untuk melaporkan kejadian ini ke Polres Pohuwato. Tujuannya agar penyebab kematian bisa diketahui secara jelas melalui proses hukum,” kata dia.

Kapolres Pohuwato AKBP Busroni membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kematian seorang warga di area tambang Bulangita.

Baca Juga:  Satu Alat Berat Dikabarkan Disegel di PETI Bulangita, Diduga karena Tak Bayar Uang “Atensi”

Menurut Busroni, kepolisian saat ini bekerja sama dengan Rumah Sakit Bumi Panua untuk melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

“Kami menerima laporan terkait meninggalnya seseorang di Bulangita. Saat ini kami berkoordinasi dengan Rumah Sakit Bumi Panua dan rencana otopsi akan dilaksanakan pada hari Senin,” ujar Busroni.

Ia menjelaskan bahwa kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil pemeriksaan medis resmi keluar.

“Kami menunggu proses otopsi dan hasil pemeriksaan dokter untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” katanya.

Sementara itu, tim kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Busroni menyebut beberapa saksi berasal dari pihak keluarga maupun warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

Baca Juga:  Panua Choir Hidupkan Semarak HUT ke-80 RI di Pohuwato

“Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan. Tim yang dipimpin Kabag Ops juga telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara,” jelasnya.

Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Belum ada pihak yang ditahan. Proses masih dalam tahap pemeriksaan saksi dan pengumpulan keterangan,” tegasnya.

Terkait kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus kematian tersebut, Busroni menegaskan pihaknya masih menunggu hasil otopsi.

“Nanti dokter dan tim ahli yang akan menjelaskan penyebab kematiannya. Kami menunggu hasil otopsi,” kata Busroni.

Polisi memastikan penyelidikan akan terus berjalan hingga penyebab kematian korban dapat dipastikan secara ilmiah dan hukum.

Baca Juga:  Fraksi Amanat Desa DPRD Pohuwato Pasang Badan: Tolak Total Perluasan Tambang Emas dan Sawit

PETI Bulangita Masih Berlangsung

Di tengah munculnya dugaan kematian tidak wajar tersebut, aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Bulangita dilaporkan masih berlangsung.

Lokasi tersebut menjadi sorotan warga karena Mahmud ditemukan meninggal di area yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal.

Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara menyeluruh, sekaligus memastikan penyebab kematian korban.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kepolisian Resor Pohuwato belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

Sementara itu, keluarga korban masih menunggu hasil autopsi yang diharapkan dapat mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada Mahmud di lokasi tambang tersebut.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel