Hibata.id – Upaya memperkuat pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) terus dilakukan melalui kegiatan penguatan kapasitas HAM bagi masyarakat di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu.
Kegiatan ini melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi untuk menyamakan pemahaman tentang perlindungan dan penegakan HAM di tengah masyarakat yang beragam.
Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Ghalieb Lahidjun, Forkopimda, serta pimpinan UNG.
Rektor UNG menilai kegiatan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HAM.
Ia menyebut keberagaman latar belakang menjadi tantangan utama dalam implementasi HAM, sekaligus kekuatan yang perlu dikelola dengan baik.
Gubernur Gusnar Ismail menekankan tiga hal penting, yakni pemahaman, perlindungan, dan penegakan hukum.
Ia juga mengingatkan tantangan baru di era digital, seperti disinformasi, penyalahgunaan data pribadi, hingga maraknya pinjaman online ilegal dan kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Sementara itu, Ghalieb Lahidjun menilai materi yang disampaikan Menteri HAM Natalius Pigai mudah dipahami karena praktis dan relevan dengan kondisi masyarakat.
“Materinya kontekstual dan membumi, sehingga mudah diterima,” ujarnya.
Dalam paparannya, Menteri Natalius Pigai menegaskan negara menjadi aktor utama dalam pemenuhan HAM.
Ia menjelaskan negara memiliki tiga kewajiban utama, yaitu menghormati, melindungi, dan memenuhi hak dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan.
Ia juga menekankan bahwa meskipun ada peran dari individu maupun organisasi, tanggung jawab utama tetap berada pada negara.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Gorontalo sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan kehidupan yang adil dan bermartabat.













