Hibata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo memilih tidak menunggu. Mereka langsung menembus pusat kebijakan fiskal nasional untuk memperkuat fondasi keuangan daerah.
Langkah itu diwujudkan melalui kunjungan strategis ke Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Bupati Boalemo Rum Pagau memimpin langsung rombongan bersama Wakil Bupati Lahmuddin Hambali dan Wakil Ketua DPRD Iwan Woluwo.
Kehadiran mereka menegaskan sinergi kuat antara eksekutif dan legislatif dalam memperjuangkan kepentingan daerah.
Yang menarik, pertemuan ini juga melibatkan tokoh nasional asal Gorontalo, Fadel Muhammad.
Perannya dinilai penting sebagai penghubung strategis antara kebutuhan daerah dan arah kebijakan pemerintah pusat.
Setibanya di pusat pengambilan kebijakan fiskal, delegasi Boalemo langsung berdiskusi dengan jajaran DJPK.
Mereka diterima oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Askolani, Direktur Sistem Perimbangan Keuangan Subandono, Analis AKN Madya Imam Sumarjoko, serta Kasubag Protokol Armela.
Pertemuan berlangsung intens. Fokus pembahasan mengerucut pada satu hal krusial: bagaimana memastikan transfer ke daerah (TKD) benar-benar mampu memperkuat kapasitas fiskal secara berkelanjutan.
Bagi Pemkab Boalemo, isu ini bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Ini menyangkut kemampuan daerah menjawab kebutuhan riil masyarakat, mulai dari pembangunan hingga peningkatan kesejahteraan.
Bupati Rum Pagau menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar daerah.
“Kami ingin memastikan kebijakan fiskal memberikan ruang gerak yang cukup agar daerah bisa bekerja lebih cepat dan tepat dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan pusat dan kebutuhan daerah agar setiap program pembangunan berjalan efektif dan berdampak langsung.
Kunjungan ini menjadi sinyal bahwa Pemkab Boalemo tidak lagi bersikap pasif. Mereka mulai aktif “menjemput” kebijakan, bukan sekadar menunggu distribusi.
Dengan pendekatan ini, Boalemo menempatkan diri sebagai daerah yang adaptif, progresif, dan siap melangkah lebih jauh dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan.













