Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan pembangunan fisik kantor wali kota baru dimulai pada awal Agustus 2026. Tahapan awal akan ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengatakan proses penertiban bangunan di lokasi proyek saat ini tengah berlangsung sebagai bentuk keseriusan pemerintah merealisasikan pembangunan tersebut.
“Penertiban ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pembangunan benar-benar akan dilaksanakan,” kata Adhan saat ditemui di lokasi, Sabtu, 11 April 2026.
Sejumlah bangunan yang merupakan aset pemerintah di kawasan tersebut mulai diratakan sebagai bagian dari persiapan lahan konstruksi. Pembongkaran juga menyasar bangunan kecil serta area bekas PO bus yang telah dikosongkan.
Terkait lahan, Adhan menjelaskan bahwa selain aset pemerintah, terdapat beberapa bidang milik warga yang diselesaikan melalui mekanisme jual beli. Pemerintah, kata dia, menggunakan sistem appraisal guna memastikan proses pembebasan lahan berjalan adil dan sesuai ketentuan.
“Ada sekitar delapan lokasi di sisi ini dan beberapa titik lain yang diselesaikan melalui appraisal. Target kami, jika administrasi rampung, pembangunan fisik segera dimulai,” ujarnya.
Untuk mendukung proyek tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar. Dana ini difokuskan pada pembangunan struktur gedung agar mampu menunjang kinerja pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam proses percepatan, pemerintah juga mengerahkan alat berat, termasuk excavator, guna mempercepat pembersihan lahan, terutama untuk bangunan yang lebih kokoh.
Pembangunan kantor wali kota baru ini diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas kerja yang lebih efisien, tetapi juga menjadi simbol penataan infrastruktur dan kemajuan Kota Gorontalo ke depan.













