Hibata.id, Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah bekerja sama dengan Perum Bulog untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga harga beras tetap stabil.
Kerja sama ini ditandai dengan hibah lahan dari Pemkab Buton Tengah kepada Bulog Kanwil Sulawesi Tenggara, Rabu (15/4/2026). Lahan tersebut berada di Desa Langkomu dan akan dibangun gudang pangan.
Gudang ini nantinya berfungsi sebagai tempat penyimpanan sekaligus penyerapan hasil panen petani lokal.
Perwakilan Bulog Sultra, Nurhayati, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur pangan. Ia menyebut gudang ini akan mempermudah distribusi bahan pokok ke masyarakat.

Pembangunan gudang permanen ditargetkan mulai pada September 2026 setelah proses administrasi selesai.
Bupati Buton Tengah, Azhari, menegaskan harga beras SPHP Bulog ditetapkan maksimal Rp61.000 per 5 kilogram, dengan pengecualian wilayah tertentu karena faktor distribusi.
Ia juga meminta seluruh mitra Bulog mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak menaikkan harga.
Untuk pengawasan, pemerintah daerah menunjuk kios resmi sebagai mitra distribusi. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah penduduk di tiap desa dan kelurahan.
Pemkab juga menyiapkan skema subsidi agar harga beras bisa ditekan hingga di bawah Rp60.000 per 5 kilogram pada waktu tertentu.
Gudang Bulog di Langkomu diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 3.500 ton. Pemerintah daerah berharap kehadirannya dapat memperlancar distribusi pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.













