Hibata.id, Boalemo – Pemerintah Kabupaten Boalemo mencatat efisiensi signifikan pada belanja operasional setelah menerapkan kebijakan kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, memimpin rapat evaluasi kebijakan Work From Anywhere (WFA) di Ruang Vicon Kantor Bupati, Senin (20/4/2026). Pemerintah daerah menerapkan skema WFA setiap Kamis dan Jumat sejak akhir 2025.
Dalam evaluasi tersebut, Lahmudin menyampaikan bahwa pengeluaran operasional untuk listrik dan air turun hingga 40–50 persen selama periode Desember 2025 hingga Maret 2026.
“Efisiensi ini menunjukkan bahwa perubahan pola kerja dapat berdampak langsung pada penghematan anggaran daerah,” ujar Lahmudin.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus memperkuat pengawasan untuk memastikan kebijakan berjalan optimal. Lahmudin masih menemukan kelalaian di sejumlah kantor, seperti penggunaan listrik yang tidak terkendali.
“Disiplin sederhana seperti mematikan lampu harus menjadi kebiasaan di setiap unit kerja,” katanya.
Untuk mendukung pengawasan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan meningkatkan patroli rutin guna memastikan kepatuhan terhadap kebijakan efisiensi.
Selain fokus pada penghematan energi, Pemkab Boalemo juga menyiapkan langkah strategis lain. Pemerintah daerah berencana membentuk panitia tahunan yang akan mengoordinasikan agenda kegiatan sepanjang 2026, yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Pemkab Boalemo juga menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait transformasi budaya kerja ASN. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pelaksanaan program Car Free Day untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
Di sisi lain, pemerintah daerah tengah memfinalisasi pengaturan jam kerja melalui skema Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) bagi pejabat eselon II dan administrator. Kebijakan tersebut akan dituangkan dalam surat edaran resmi.
Lahmudin berharap penerapan kerja fleksibel tidak hanya menghasilkan efisiensi anggaran, tetapi juga meningkatkan produktivitas serta memperkuat budaya kerja ASN berbasis nilai berAKHLAK.
“Efisiensi harus berjalan seiring dengan peningkatan kinerja,” ujar Lahmudin.













