Kuliner

Rendang Kering Usus Sapi di Gorontalo, Kuliner Idul Adha yang Penuh Makna

×

Rendang Kering Usus Sapi di Gorontalo, Kuliner Idul Adha yang Penuh Makna

Sebarkan artikel ini
Rendang usus sapi lebaran idul adha/Hibata.id
Rendang usus sapi lebaran idul adha/Hibata.id

Hibata.id, Kuliner – Kalau bicara soal rendang, hampir semua orang Indonesia pasti langsung mengenal makanan satu ini.

Olahan daging kaya rempah yang sudah mendunia tersebut memang selalu berhasil menggugah selera.

Scroll untuk baca berita

Saat Idul Adha tiba, rendang juga menjadi salah satu menu wajib di banyak rumah.

Namun di Gorontalo, masyarakat punya cara unik mengolah daging kurban, termasuk bagian usus sapi yang disulap menjadi rendang kering dengan cita rasa khas.

Bagi sebagian orang, usus sapi mungkin terdengar biasa saja.

Tapi di tangan masyarakat Gorontalo, bahan tersebut berubah menjadi sajian gurih, pedas, dan kaya rempah yang justru bikin ketagihan.

Baca Juga:  Barongko, Takjil Khas Bugis-Makassar yang Laris Manis Saat Ramadan

Kuliner tradisional ini biasanya muncul saat momentum Idul Adha.

Aroma rempah yang kuat berpadu dengan tekstur usus yang kenyal membuat hidangan ini selalu dicari saat keluarga berkumpul.

Warga Gorontalo, Wardani, mengatakan masyarakat setempat memang terbiasa memanfaatkan seluruh bagian sapi kurban yang masih layak dikonsumsi.

“Kalau di Gorontalo, semua bagian sapi dimanfaatkan, termasuk usus. Meski sebagian orang memilih membuangnya karena dianggap bagian tempat kotoran,” kata pria yang akrab disapa Dani saat proses penyembelihan hewan kurban.

Menurut dia, tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diperoleh saat Idul Adha. Selain itu, kebiasaan itu juga sudah diwariskan turun-temurun.

Baca Juga:  Sate Tuna Gorontalo, Cita Rasa Laut yang Gurih dan Kaya Nutrisi

“Kami bersyukur diberi rezeki saat Idul Adha. Jadi selama masih bisa dimakan dan diolah, biasanya tidak dibuang,” ujarnya.

Meski terlihat sederhana, proses membersihkan usus sapi ternyata cukup panjang.

Warga biasanya memakai campuran jeruk, kapur, hingga daun salam untuk menghilangkan aroma tidak sedap sekaligus membuat teksturnya lebih lembut.

Pertama, usus dibersihkan menggunakan air mengalir hingga benar-benar bersih. Setelah itu, bagian usus ditaburi kapur dan didiamkan sekitar 30 menit.

“Kapur membantu membersihkan dan melunakkan tekstur usus,” katanya.

Setelah proses tersebut, usus kembali dicuci lalu direbus bersama daun salam dan perasan jeruk selama kurang lebih 45 menit.

Baca Juga:  Viral di TikTok, Berikut 2 Kreasi Mie Sedaap Menarik Dicoba

“Daun salam dan jeruk membantu mengurangi bau khas usus,” ujar dia.

Usai direbus, usus sapi kemudian siap diolah menjadi rendang kering khas Gorontalo yang kaya bumbu dan memiliki cita rasa kuat.

Bagi masyarakat Gorontalo, sajian ini bukan sekadar makanan. Rendang kering usus sapi juga menjadi simbol rasa syukur sekaligus tradisi menghargai setiap bagian hewan kurban agar tidak terbuang sia-sia.

Di tengah banyaknya olahan daging modern, kuliner tradisional seperti ini tetap bertahan dan terus menjadi favorit saat Idul Adha tiba.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel