Hibata.id, Pohuwato – Laporan dari warga membawa Tim Satresnarkoba Polres Pohuwato bergerak pada Jumat (24/7/2026) malam.
Hasilnya, seorang pria berinisial A.S. alias M diamankan di Desa Pohuwato Timur, Kecamatan Marisa, karena diduga menguasai narkotika jenis sabu.
Tak butuh waktu lama setelah informasi diterima, polisi melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas dan keberadaan terduga pelaku.
Sekitar pukul 21.10 Wita, tim yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Pohuwato IPTU Budi Abdul Gani langsung menuju lokasi dan mengamankan pria tersebut.
Drama malam itu tidak berlangsung lama. Setelah situasi dipastikan aman, polisi melakukan penggeledahan yang disaksikan aparat desa setempat.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua sachet plastik klip kecil yang diduga berisi sabu, sebuah dompet cokelat merek Polo, serta satu unit telepon genggam Vivo Y04s berwarna ungu.
Kasat Resnarkoba Polres Pohuwato IPTU Budi Abdul Gani mengatakan pengungkapan kasus itu bermula dari informasi masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Informasi dari masyarakat menjadi awal pengungkapan kasus ini. Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat dan mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi dalam memerangi peredaran gelap narkotika,” ujarnya mewakili Kapolres Pohuwato AKBP H. Busroni.
Kalau biasanya laporan warga berisi ayam hilang atau suara knalpot yang bikin telinga “protes”, kali ini laporannya justru mengarahkan polisi pada dugaan tindak pidana narkotika. Informasi itu pun langsung ditindaklanjuti oleh petugas.
Saat ini, A.S. alias M bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Pohuwato untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui barang yang diduga sabu tersebut merupakan miliknya. Namun, kepolisian menegaskan proses pembuktian tetap dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Polres Pohuwato juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba.
Sebab, bagi polisi, satu telepon dari warga bisa menjadi awal terbongkarnya sebuah kasus. Dan bagi masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan sering kali menjadi benteng pertama untuk mencegah peredaran narkotika.












