Kabar

Yura Yunita Jadi Magnet HARFEST–GKK 2026, Catat Tanggalnya!

×

Yura Yunita Jadi Magnet HARFEST–GKK 2026, Catat Tanggalnya!

Sebarkan artikel ini
Yura Yunita dijadwalkan meriahkan HARFEST–GKK Gorontalo pada 11–13 September 2026. Festival ini membidik transaksi UMKM hingga Rp4,2 miliar/Hibata.id
Yura Yunita dijadwalkan meriahkan HARFEST–GKK Gorontalo pada 11–13 September 2026. Festival ini membidik transaksi UMKM hingga Rp4,2 miliar/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Ada yang spesial di Gorontalo akhir pekan ini. Penyanyi nasional Yura Yunita dijadwalkan tampil dalam rangkaian Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) dan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 yang berlangsung pada 11–13 September 2026.

Namun, HARFEST–GKK 2026 bukan sekadar panggung hiburan. Di balik kehadiran Yura Yunita dan kemeriahan Karnaval Karawo, festival ini membawa misi ekonomi dengan target fasilitasi penjualan UMKM mencapai Rp4,2 miliar.

Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dekranasda Provinsi Gorontalo dan sejumlah mitra strategis menggabungkan budaya, ekonomi kreatif, pariwisata hingga pengembangan UMKM dalam satu rangkaian festival.

Selama tiga hari, masyarakat bakal disuguhi pameran UMKM, festival kuliner, showcase Karawo, pameran olahan kopi, seminar, talkshow, kompetisi kreatif hingga Karawo fashion show.

Penampilan Yura Yunita menjadi salah satu hiburan yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Di sisi lain, pelaku UMKM mendapat ruang untuk bertemu langsung dengan buyer, off-taker, agregator, reseller hingga jaringan ritel melalui business matching.

Peluang pasar yang dibuka tidak berhenti di Gorontalo. Penyelenggara juga mendorong pertemuan bisnis yang membuka akses UMKM menuju pasar ekspor.

Baca Juga:  Harkitnas 2026, BRI Gorontalo Perkuat Komitmen Bangun SDM Berkualitas

Dari skema tersebut, fasilitasi penjualan ditargetkan menembus Rp4,2 miliar.

Sementara untuk business matching pembiayaan, targetnya mencapai Rp550 juta melalui sinergi dengan perbankan dan lembaga pembiayaan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana mengatakan HARFEST dirancang untuk membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM agar mampu berkembang dan memperkuat daya saing.

“Melalui HARFEST, kami ingin membuka ruang yang lebih luas agar UMKM dapat meningkatkan kualitas dan inovasi produk, bertemu dengan buyer besar dan konsumen ritel, memperoleh akses pembiayaan, memanfaatkan digitalisasi, serta membangun jejaring usaha yang berkelanjutan,” kata Bambang.

Karawo Naik Panggung, UMKM Perluas Pasar

Baca Juga:  PETI Balayo Masih Beroperasi dengan 4 Alat Berat, APH Penakut?

HARFEST 2026 mengangkat tema “Harmoni Kreativitas, Menyulam Warisan, Meningkatkan Daya Saing”.

Sementara GKK 2026 hadir dengan tema “Ritme Hulondalo, Harmoni Warisan Gorontalo.”

Dua agenda itu dipertemukan dalam satu semangat: membuat warisan budaya Gorontalo tetap hidup sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Ekosistem festival juga diperkuat dengan penggunaan QRIS. Pengunjung dapat memanfaatkan pembayaran digital untuk bertransaksi di area kegiatan, sekaligus memperluas akseptasi QRIS di kalangan UMKM.

Bagi Bank Indonesia, pengembangan Karawo bukan agenda baru.

Sejak 2010, BI terus mendukung pengembangan kain sulam khas Gorontalo tersebut melalui peningkatan kualitas, pengembangan desain hingga perluasan akses pasar.

Inovasi kemudian berkembang. Karawo mulai dipadukan dengan eco-printing hingga melahirkan TENUKALA atau Tenun, Karawo dan Leaf Arts yang berhasil masuk Top 20 Impactful Program Citra Nusa.

Pengembangan juga menyentuh UMKM kerajinan dan pangan berbasis komoditas unggulan daerah, termasuk kopi Liberika yang telah memperoleh predikat Specialty Coffee.

Dari Panggung Yura Yunita ke Perputaran Ekonomi

Baca Juga:  Oknum ASN Marah-marah di Kantor Camat Popayato Barat, Soal Apa?

Kolaborasi dengan GKK membuat festival tahun ini memiliki daya tarik yang lebih luas.

Gorontalo Karnaval Karawo kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Posisi tersebut menjadi peluang untuk membawa Karawo semakin dikenal sebagai identitas Gorontalo di tingkat nasional.

Karnaval menarik pengunjung, festival menghadirkan produk lokal, sedangkan pertemuan bisnis membuka pasar baru bagi UMKM.

Rangkaian itu diharapkan menciptakan perputaran ekonomi yang ikut dirasakan perajin, pelaku kuliner, UMKM, pelaku ekonomi kreatif hingga sektor pariwisata.

Jadi, saat Yura Yunita naik panggung dan Karawo tampil mencuri perhatian, HARFEST–GKK 2026 juga membawa target yang lebih besar: membuat keramaian festival berujung pada transaksi dan peluang usaha bagi masyarakat Gorontalo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel