Kabar

LBH Wahana Keadilan Pohuwato Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal, Siapkan Jembatan Keadilan bagi Masyarakat

×

LBH Wahana Keadilan Pohuwato Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal, Siapkan Jembatan Keadilan bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Wahana Keadilan Kabupaten Pohuwato menggelar pendidikan dan pelatihan paralegal di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada 23–25 Oktober 2026
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Wahana Keadilan Kabupaten Pohuwato menggelar pendidikan dan pelatihan paralegal di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada 23–25 Oktober 2026

Hibata.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Wahana Keadilan Kabupaten Pohuwato menggelar pendidikan dan pelatihan paralegal di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada 23–25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat akses masyarakat terhadap bantuan hukum.

Scroll untuk baca berita

Pelatihan bertema “Menjadi Jembatan Keadilan bagi yang Membutuhkan” itu diikuti puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, organisasi, dan masyarakat umum. Mereka dibekali pemahaman mengenai bantuan hukum serta peran paralegal dalam membantu masyarakat memperoleh akses terhadap keadilan.

Direktur LBH Wahana Keadilan Kabupaten Pohuwato, Stenly Nippi, mengapresiasi dukungan Kementerian Hukum Wilayah Gorontalo dan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Sarlis Mantu Minta Menteri ESDM Tinjau Ulang Survei Seismik 3D di Teluk Tomini

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Hukum Wilayah Gorontalo dan Badan Pembinaan Hukum Nasional yang memberikan dukungan dan bersedia menjadi pemateri dan menjadi bagian dalam kepanitiaan sehingga kegiatan pendidikan dan pelatihan paralegal ini bisa dilaksanakan,” ujar Stenly.

Menurut dia, kelancaran kegiatan tersebut tidak terlepas dari komitmen dan konsistensi para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Stenly mengatakan, peserta masih berada pada tahap awal untuk memahami peran dan tanggung jawab sebagai calon paralegal. Karena itu, pelatihan ini menjadi langkah awal sebelum mereka terlibat dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.

Baca Juga:  Drama di Kantor Desa Toto Utara, Warga Blokade Akses Usai Kades Dinonaktifkan

“Hari ini, kita baru masuk di pintu gerbang. Kita belum sepenuhnya menjadi paralegal, tetapi baru memulai langkah untuk menjadi jembatan keadilan. Ke depannya, saya berharap para peserta bisa menjadi jembatan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tersebut sempat tertunda karena tingginya jumlah perkara yang ditangani LBH Wahana Keadilan Kabupaten Pohuwato. Lembaga itu, kata Stenly, tengah menangani puluhan kasus sehingga pelatihan belum dapat dilaksanakan sesuai rencana awal.

Baca Juga:  Di Balik Proyek Miliaran Jembatan Bulili, Upah Buruh Masih Tertunggak

“Pelatihan ini sempat tertunda karena kami masih harus menangani begitu banyak perkara di LBH Wahana Keadilan Pohuwato, yang jumlahnya mencapai puluhan. Namun, akhirnya kegiatan ini bisa terlaksana,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, LBH Wahana Keadilan Kabupaten Pohuwato berharap peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas di bidang bantuan hukum. Bekal itu diharapkan mendorong mereka berperan aktif membantu masyarakat memahami hak-haknya dan memperoleh akses terhadap keadilan.

Kehadiran paralegal diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan layanan bantuan hukum, terutama bagi mereka yang membutuhkan pendampingan untuk memahami persoalan hukum yang dihadapi.