Kab. Gorontalo

Hadapi Tantangan Era Digital, Bupati Gorontalo Ajak Santri Perkuat Akhlak

×

Hadapi Tantangan Era Digital, Bupati Gorontalo Ajak Santri Perkuat Akhlak

Sebarkan artikel ini
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengajak santri memperkuat akhlak, menjaga persatuan, dan menghadapi tantangan digital pada peringatan Hari Santri Nasional 2026/Hibata.id
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengajak santri memperkuat akhlak, menjaga persatuan, dan menghadapi tantangan digital pada peringatan Hari Santri Nasional 2026/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengajak para santri memperkuat akhlak, menjaga persatuan, dan meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan era digital.

Ia menilai santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus mendorong kemajuan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sofyan saat menghadiri istighosah dan zikir bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Gorontalo di halaman Masjid Baiturahman, Limboto, Minggu (25/10).

Sofyan mengatakan, perkembangan teknologi informasi memberikan peluang bagi generasi muda untuk memperluas pengetahuan, berkarya, dan berinovasi.

Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran berita bohong atau hoaks, perundungan siber, serta pengaruh pergaulan yang dapat mengikis nilai agama dan moral.

Baca Juga:  Bupati Kabupaten Gorontalo Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Karena itu, menurut dia, generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Mereka juga perlu memiliki ketahanan spiritual, karakter yang kuat, dan akhlak mulia.

“Santri bukan hanya generasi yang mendalami ilmu agama, tetapi juga merupakan penjaga moral bangsa, penguat nilai-nilai keislaman, serta penggerak kehidupan masyarakat yang berakhlak mulia, toleran, dan penuh kepedulian sosial,” ujar Sofyan.

Ia menambahkan, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang kontribusi santri dan ulama dalam merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan Indonesia.

Menurut Sofyan, semangat keimanan, keikhlasan, dan cinta tanah air yang diwariskan para pendahulu perlu diteruskan melalui tindakan nyata.

Baca Juga:  Pemkab Gorontalo Salurkan Santunan Duka bagi Korban Bencana

Santri diharapkan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial, menjaga kerukunan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Sofyan juga meminta para santri menjaga nilai keislaman yang selaras dengan falsafah adat masyarakat Gorontalo, yakni “Adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah”.

Ia menilai falsafah tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo yang perlu dipelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam kesempatan itu, Sofyan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk memperkuat kolaborasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan Islam, dan berbagai elemen masyarakat.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kehidupan beragama, meningkatkan kualitas pendidikan Islam, membina akhlak generasi muda, serta mengembangkan sumber daya manusia.

Baca Juga:  Kabar Baik untuk Abang Bentor, Pemkab Gorontalo Siapkan Bantuan BBM 2026

Menurut dia, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah juga perlu memperhatikan penguatan mental, moral, dan spiritual masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

Melalui istighosah dan zikir bersama, Sofyan mengajak masyarakat memanjatkan doa agar Kabupaten Gorontalo terhindar dari bencana, permusuhan, dan perpecahan.

Ia juga berharap seluruh proses pembangunan daerah berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Sofyan berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 dapat memperkuat semangat para santri untuk menjadi generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.