Hibata.id, Gorontalo – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bulota di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto.
Hal ini dilakukan demi memastikan pelayanan air bersih bagi masyarakat tetap berjalan di tengah penurunan debit air baku yang berdampak pada kapasitas produksi fasilitas tersebut.
Dalam peninjauan itu, Sofyan menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan air sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan bagi masyarakat, terutama ketika memasuki musim kemarau.
“Ke depan kita harus memikirkan kapasitas pengolahan ini agar bisa melayani masyarakat,” kata Sofyan saat meninjau fasilitas tersebut.
Ia mengakui, keterbatasan air baku masih menjadi tantangan dalam menjaga produksi air bersih.
Meski demikian, hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kabupaten Gorontalo memberikan harapan terhadap perbaikan ketersediaan air.
“Sekarang memang air bakunya kurang, tetapi alhamdulillah sebagian wilayah Kabupaten Gorontalo sudah turun hujan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Limutu Tomy Said menjelaskan bahwa penurunan debit air turut memengaruhi kemampuan produksi IPA Bulota.
Saat ini, debit air yang tersedia hanya berkisar 15 hingga 16 liter per detik, jauh di bawah kapasitas maksimal instalasi yang mencapai 60 liter per detik.
“Pak Bupati melihat bahwa debit air saat ini sudah berkurang menjadi 15 sampai 16 liter per detik. Kami berharap IPA Bulota ini akan kembali normal untuk bisa memproduksi sesuai kapasitas maksimalnya, 60 liter per detik,” kata Tomy.
Perbedaan antara debit air yang tersedia dan kapasitas maksimal pengolahan tersebut menjadi tantangan bagi pengelola dalam menjaga kesinambungan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Dengan kapasitas maksimal 60 liter per detik, IPA Bulota berpotensi mengolah air dalam jumlah lebih besar apabila ketersediaan air baku kembali mencukupi.
Namun, pemulihan produksi tetap bergantung pada kondisi sumber air dan kemampuan instalasi mengolah air yang tersedia.
Peninjauan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan sumber air baku dan perencanaan infrastruktur secara berkelanjutan.
Langkah itu diperlukan agar pelayanan air bersih di Kabupaten Gorontalo dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk ketika debit air menurun pada musim kemarau.













